Baby Panda Rio: Persahabatan dan Kolaborasi Menjadi Harapan Bagi Masa Depan
Radio Tangerang Heartline FM – BOGOR – Suasana penuh sukacita dan kebanggaan sangat terasa di acara peluncuran resmi Baby Panda Raksasa pertama yang lahir di Indonesia, Satrio Wiratama (Rio), di Istana Panda Indonesia, Taman Safari Indonesia (TSI), Cisarua, Bogor, tanggal 9 Juni 2026.
Acara yang dihadiri oleh berbagai unsur pemerintah, tokoh masyarakat, lembaga, dan organisasi yang memiliki perhatian terhadap pelestarian lingkungan dan satwa. Hadir di antaranya Founder Taman Safari Indonesia Jansen Manansang, Frans Manansang, Tony Sumampouw, Direktur Operasional Taman Safari Indonesia Esther Manansang, Kementerian Kehutanan RI, Kedutaan Besar Republik Rakyat Tiongkok, Bupati Bogor, unsur TNI-Polri, PPTI, PSMTI, YASKI, serta para undangan lainnya.
Rangkaian acara diawali dengan lagu kebangsaan Republik Indonesia dan Republik Rakyat Tiongkok, kemudian acara dilanjutkan dengan menampilkan tarian yang menggambarkan keindahan dan semangat persahabatan kerja sama Indonesia dan Tiongkok.
Dalam sambutannya drh. Bongot Huaso Mulia Radjagoekgoek, Vice President Life Sciences Taman Safari Indonesia, menyampaikan perkembangan Rio sejak lahir hingga saat ini. Bayi panda yang lahir pada tahun 2025 tersebut terus menunjukkan pertumbuhan yang sehat, aktif berlatih mengembangkan kekuatan ototnya, serta mendapatkan perawatan penuh kasih dari induknya.
Direktur Operasional Taman Safari Indonesia, Esther Manansang, menyampaikan rasa hormat dan apresiasi atas perhatian Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, yang berkenan memberikan nama “Satrio Wiratama” kepada anak panda tersebut, ia juga menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Republik Indonesia, khususnya Kementerian Kehutanan, atas dukungan yang diberikan terhadap upaya konservasi satwa liar dan penguatan kerja sama konservasi internasional.
Bupati Bogor, Rudy Susmanto, menyampaikan bahwa kehadiran panda di Indonesia sejak tahun 2017 telah menjadi simbol persahabatan antara Indonesia dan Tiongkok. Kelahiran Rio dinilai bukan hanya menjadi kebanggaan Indonesia, tetapi juga merupakan warisan berharga bagi dunia.
“Kelahiran ini menjadi simbol cinta kasih kepada sesama dan warisan yang bukan hanya untuk Indonesia, tetapi juga untuk bumi,” ungkapnya.
Sementara itu, Menteri Kehutanan Republik Indonesia yang diwakili oleh Dr. Ahmad Munawir, S.Hut., M.Si., selaku Direktur Konservasi Spesies dan Genetik, menegaskan bahwa keberhasilan kelahiran Rio menjadi inspirasi bagi berbagai lembaga konservasi dalam menjaga kelestarian satwa sekaligus mengedepankan kesejahteraan hewan.
“Konservasi bukan hanya tugas pemerintah, tetapi harus menjadi gerakan bersama. Dengan menjaga satwa dan habitatnya, kita sedang menjaga masa depan,” tegasnya.
Menurut Ahmad Munawir, momen peluncuran Rio juga menjadi sarana edukasi yang penting bagi masyarakat, khususnya generasi muda, untuk memahami pentingnya menjaga satwa liar dan keberlangsungan ekosistem.
Perwakilan Kedutaan Besar Republik Rakyat Tiongkok, Wang Si Ping, menyampaikan bahwa sejak lahir Rio telah mendapat perhatian besar dari kedua negara. Nama Satrio Wiratama yang diberikan oleh Presiden Republik Indonesia menjadi simbol harapan sekaligus persahabatan yang erat antara Indonesia dan Tiongkok.
Menurutnya, pertumbuhan Rio yang sehat merupakan hasil kerja sama, dedikasi, dan perhatian banyak pihak, termasuk dukungan para ahli dari Tiongkok yang turut mendampingi proses konservasi tersebut.
“Pertumbuhan Rio yang sehat adalah hasil dari perawatan yang cermat dan kerja sama erat dari semua pihak yang terlibat,” ujarnya.
Ia menambahkan bahwa kelahiran Rio merupakan bukti nyata kerja sama praktis antara Indonesia dan Tiongkok dalam menyediakan lingkungan yang aman dan sejahtera bagi spesies langka dan berharga.
Dalam sambutan penutupnya, Wang menyampaikan penghargaan dan terima kasih kepada seluruh staf, tenaga ahli, dan berbagai pihak yang telah mencurahkan dedikasi serta kerja keras demi pertumbuhan Rio yang sehat.
Baca juga: Baby Giant Rio, Tampil Perdana di Taman Safari Indonesia
Saat para tamu meninggalkan area konservasi, Rio masih terlihat bermain di dekat induknya. Pemandangan yang mengesankan tersebut menjadi penutup yang indah bagi sebuah perayaan yang tidak hanya berbicara tentang kelahiran seekor bayi panda, tetapi juga tentang persahabatan, kepedulian, dan harapan yang lahir melalui kerja sama banyak pihak.
Bagi YASKI yang turut hadir dalam acara tersebut, momen ini menjadi pengingat bahwa dampak yang besar sering kali lahir dari kerja sama yang tulus. Kisah Rio bukan hanya tentang seekor bayi panda yang lahir di Indonesia, tetapi juga tentang bagaimana persahabatan, kepedulian, dan kolaborasi dapat menjadi jembatan yang menyatukan banyak pihak demi tujuan yang lebih besar.
Informasi Tentang YASKI bisa lihat klik yaski.co.id
Humas i/ii/0626
Ikuti media sosial Radio Heartline FM Tangerang:







