14 April 2026

Dirut Bulog: Harga Beras tidak Naik meski Harga Plastik Naik

Radio Tangerang Heartline FM – Direktur Utama Perum BulogAhmad Rizal Ramdhani, memastikan program stabilisasi harga beras tetap berjalan tanpa kenaikan harga, meskipun terjadi tekanan biaya akibat isu kelangkaan bahan baku plastik untuk kemasan. Kebijakan ini, menurut Rizal, sejalan dengan arahan Presiden Prabowo Subianto yang menegaskan pentingnya menjaga stabilitas harga pangan guna melindungi daya beli masyarakat.

 “Tidak ada kenaikan harga pangan termasuk harga beras,” ujar Rizal usai rapat di kantor Bulog, Jakarta.

Ia menjelaskan bahwa kondisi stok beras nasional yang mencapai 4,72 juta ton menjadi faktor utama dalam menjaga stabilitas harga. Dengan cadangan yang kuat, tekanan terhadap harga di tingkat konsumen dinilai relatif terkendali.

Meski demikian, Bulog menghadapi tantangan dari sisi biaya kemasan, terutama akibat kenaikan harga biji plastik yang berdampak pada distribusi beras skala nasional. Untuk itu, perusahaan melakukan penyesuaian kebijakan internal guna menjaga efisiensi tanpa mengganggu operasional.

Langkah strategis telah dibahas dalam rapat direksi, termasuk memberikan ruang penyesuaian biaya kemasan serta memperkuat koordinasi dengan Kementerian Perindustrian untuk mendapatkan dukungan keringanan harga bahan baku. Kebijakan ini menjadi penting karena sebagian besar beras yang didistribusikan merupakan bagian dari program bantuan pangan bagi 33,3 juta keluarga penerima manfaat (KPM), serta program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP).

Rizal menegaskan bahwa meskipun terjadi penyesuaian biaya kemasan, Bulog tetap berupaya menekan biaya seminimal mungkin agar tidak berdampak pada harga jual kepada masyarakat.

“Harapannya kita mendapatkan harga kemasan terbaik tanpa menurunkan kualitas,” ujarnya.

Saat ini, harga eceran tertinggi (HET) beras medium ditetapkan sebesar Rp13.500 per kilogram, sementara beras premium Rp14.900 per kilogram. Adapun beras SPHP dijual sesuai zonasi, mulai dari Rp12.500 hingga Rp13.500 per kilogram di berbagai wilayah Indonesia. Dengan pengelolaan stok yang kuat dan koordinasi lintas sektor, Bulog optimistis program stabilisasi harga beras tetap terjaga, sekaligus memastikan distribusi pangan nasional berjalan efektif dan berkelanjutan.

Sumber : mediaindonesia.com

Foto : ilustrasi(Antara)

Ikuti media sosial Radio Heartline FM Tangerang: