13 April 2026

Ekonomi masih Tidak Pasti, Emas kian Diserbu Masyarakat

Radio Tangerang Heartline FM – MINAT masyarakat terhadap emas sebagai instrumen lindung nilai terus meningkat, seiring ketidakpastian ekonomi global. Kondisi ini mendorong persaingan bisnis jual beli logam mulia kian ketat, dengan pelaku usaha berlomba menawarkan harga kompetitif dan layanan transparan.

Di tengah tren tersebut, Jual Emas Indonesia menghadirkan model bisnis berbasis harga buyback tinggi dan harga jual yang kompetitif. Langkah ini ditandai dengan pembukaan gerai terbaru di kawasan Pasar Lama, Tangerang, Jumat (10/4).

Founder Jual Emas Indonesia, Benjamin Master Adhisurya, mengatakan kehadiran perusahaan ditujukan untuk menjawab kendala yang selama ini dihadapi masyarakat, khususnya terkait transparansi harga dan efisiensi transaksi.

“Kami membawa standar baru melalui konsep tercepat, tertinggi, terpercaya. Masyarakat bisa menjual emas dengan proses cepat, mendapatkan harga beli tinggi, serta merasakan pengalaman transaksi yang aman dan transparan,” ujarnya dalam keterangan resmi, Minggu (12/4).

Menurutnya, strategi bisnis perusahaan tidak bertumpu pada margin besar, melainkan pada efisiensi operasional dan volume transaksi. Dengan margin tipis, perusahaan mengandalkan frekuensi transaksi tinggi untuk menjaga keberlanjutan usaha.

Penentuan harga dilakukan dengan mengacu pada harga emas global yang diolah melalui formula internal. Pendekatan ini dinilai memungkinkan perusahaan tetap kompetitif tanpa mengorbankan aspek bisnis jangka panjang.

Sementara itu, Founder Jual Emas Indonesia Juan Sen menekankan transparansi sebagai keunggulan utama. Ia menyebut seluruh proses pengecekan dilakukan secara terbuka di hadapan pelanggan.

“Semua pengecekan dilakukan di depan customer, sehingga mereka bisa langsung melihat kadar emasnya secara real-time,” katanya.

Perusahaan juga menerima emas dalam berbagai kondisi, termasuk rusak atau tanpa dokumen, dengan penilaian berbasis kadar dan berat. Untuk memastikan akurasi, digunakan teknologi X-Ray Fluorescence (XRF) yang mampu menguji kandungan emas secara cepat tanpa merusak fisik.

Di sisi layanan, perusahaan tengah menyiapkan fasilitas gadai emas yang saat ini masih dalam proses perizinan. Layanan ini ditujukan untuk memberikan alternatif likuiditas bagi masyarakat tanpa harus menjual aset yang dimiliki.

“Dengan gadai, masyarakat tetap bisa memanfaatkan asetnya tanpa harus kehilangan kepemilikan,” ujar Juan.

Sejak beroperasi, perusahaan mengklaim mendapat respons positif dari pasar. Sejumlah pelanggan bahkan disebut datang dari luar kota untuk memperoleh harga yang lebih kompetitif.

Seiring meningkatnya permintaan, Jual Emas Indonesia memperluas jaringan dengan gerai di Tangerang dan Depok. Perusahaan menargetkan ekspansi hingga 100 gerai di seluruh Indonesia sepanjang 2026 melalui pembukaan cabang dan kemitraan investor.

Sumber : mediaindonesia.com

Foto : Jual Emas Indonesia menghadirkan model bisnis berbasis harga buyback tinggi dan harga jual yang kompetitif. Langkah ini ditandai dengan pembukaan gerai terbaru di kawasan Pasar Lama, Tangerang, Jumat (10/4).(Dok. Jual Emas Indonesia)

Ikuti media sosial Radio Heartline FM Tangerang: