22 June 2026
Ilustrasi seorang lansia sedang didampingi keluarga sebagai bentuk dukungan terhadap penderita penyakit Alzheimer

Kemenkes Gencarkan Edukasi Alzheimer, Waspadai Dampak Serius dan Komplikasi pada Lansia

Radio Tangerang Heartline FM – Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI terus meningkatkan edukasi kepada masyarakat terkait bahaya penyakit Alzheimer. Penyakit ini tidak hanya menyebabkan penurunan kemampuan kognitif, namun juga dinilai dapat memicu berbagai komplikasi kesehatan lain yang berisiko memperburuk kondisi lansia.

Dalam berbagai kegiatan sosialisasi, Kemenkes menjelaskan bahwa Alzheimer merupakan penyakit degeneratif pada otak yang bersifat progresif. Kondisi ini sering disalahartikan sebagai bagian normal dari proses penuaan atau sekadar pikun biasa. Jika tidak ditangani, penderita dapat kehilangan kemampuan untuk menjalankan aktivitas sehari-hari secara mandiri.

Gangguan fungsi otak akibat Alzheimer juga berdampak pada koordinasi tubuh. Ketika pasien mulai kehilangan kemampuan motorik, menelan, atau bergerak dengan baik, mereka berisiko mengalami penyakit sekunder seperti pneumonia, kekurangan gizi, hingga luka akibat tekanan karena terlalu lama berbaring.

Kemenkes  mengingatkan masyarakat untuk mengenali gejala umum Alzheimer, seperti gangguan ingatan yang mengganggu aktivitas harian, kesulitan berkonsentrasi atau melakukan tugas yang sudah familiar, disorientasi waktu dan tempat, serta perubahan perilaku dan kepribadian yang signifikan.

Sebagai upaya pencegahan, pemerintah menggalakkan pola hidup sehat melalui program CERDIK, yaitu Cek kesehatan berkala, Enyahkan asap rokok, Rajin beraktivitas fisik, Diet seimbang, Istirahat cukup, dan Kelola stres. Selain itu, aktivitas yang merangsang otak seperti membaca, bersosialisasi, dan mengerjakan teka-teki juga dianjurkan untuk menjaga fungsi kognitif tetap optimal.

Foto : Ilustrasi(Magnific.com)

Sumber : https://chatgpt.com/c/6a38d3e8-3c50-83ec-bdee-729ffc8e6c2a

Ikuti media sosial Radio Heartline FM Tangerang: