20 August 2026
Peserta mengikuti pelatihan vokasi menjahit ready to wear BPVP Banda Aceh Kemnaker

Kemnaker Dorong Pemulihan Pascabencana Sumatera melalui Pelatihan Menjahit Ready to Wear

Radio Tangerang Heartline FM – Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) melalui Balai Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (BPVP) Banda Aceh menggelar Workshop Teknis Menjahit Pakaian Ready to Wear sebagai bagian dari upaya mempercepat rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana Sumatera. Kegiatan tersebut berlangsung di Banda Aceh, Rabu (19/8/2026).

Workshop ini merupakan hasil kolaborasi antara Kemnaker dan Kementerian Ekonomi Kreatif. Kementerian Ekonomi Kreatif berperan sebagai pihak yang menginisiasi kegiatan, sementara BPVP Banda Aceh menjadi salah satu lokasi pelaksanaan sekaligus memberikan dukungan teknis melalui pelatihan vokasi.

Wakil Menteri Ketenagakerjaan Afriansyah Noor mengatakan, proses pemulihan pascabencana tidak cukup hanya berfokus pada pembangunan kembali infrastruktur dan lingkungan. Kapasitas masyarakat juga perlu menjadi perhatian agar aktivitas ekonomi dan mata pencaharian warga dapat kembali berjalan.

“Bencana tidak hanya meninggalkan dampak terhadap infrastruktur dan lingkungan, tetapi juga dapat mengganggu aktivitas ekonomi, mata pencaharian, usaha masyarakat, dan produktivitas tenaga kerja,” ujar Afriansyah.

Menurutnya, keterampilan menjahit pakaian ready to wear memiliki relevansi kuat dengan pengembangan ekonomi kreatif. Keterampilan tersebut tidak hanya memungkinkan masyarakat menghasilkan produk dengan nilai tambah, tetapi juga membuka peluang untuk membangun usaha secara mandiri.

Hubungkan Pelatihan dengan Potensi Ekonomi Daerah

Afriansyah mengapresiasi kolaborasi lintas kementerian dalam penyelenggaraan workshop tersebut. Ia menilai proses rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana membutuhkan keterlibatan berbagai pihak, terutama untuk menghubungkan program pelatihan dengan potensi ekonomi yang tersedia di daerah.

Dalam sektor fashion, Aceh dinilai memiliki potensi yang besar. Kekayaan budaya, motif, kerajinan, kreativitas masyarakat, serta identitas lokal dapat menjadi modal untuk dikembangkan menjadi produk ekonomi kreatif.

Namun, potensi tersebut perlu diikuti dengan peningkatan kompetensi sumber daya manusia. Produk yang dihasilkan tidak cukup hanya memiliki tampilan menarik, tetapi juga harus memiliki kualitas, desain yang sesuai perkembangan tren, identitas yang kuat, harga kompetitif, serta mampu memenuhi kebutuhan konsumen.

“Potensi tersebut harus diikuti dengan peningkatan kompetensi. Kita tidak cukup hanya menghasilkan produk yang bagus, tetapi harus mampu menghasilkan produk yang berkualitas, memiliki desain menarik, sesuai tren, memiliki identitas, harga kompetitif, dan mampu diterima konsumen,” katanya.

Dari Keterampilan Menjadi Kemandirian Ekonomi

Afriansyah menegaskan bahwa pelatihan vokasi perlu dirancang agar memiliki keterkaitan langsung dengan kebutuhan di lapangan. Peserta tidak hanya dibekali kemampuan produksi, tetapi juga perlu memahami bagaimana mengembangkan dan memasarkan produk.

Dengan demikian, keterampilan yang diperoleh melalui pelatihan dapat benar-benar dikembangkan menjadi aktivitas ekonomi yang berkelanjutan.

“Dari keterampilan menjadi produk, dari produk menjadi usaha, dari usaha menjadi pendapatan, dan dari pendapatan menjadi kemandirian ekonomi. Inilah semangat vokasi yang harus terus kita bangun,” ujar Afriansyah.

Melalui workshop menjahit ready to wear tersebut, pemerintah berharap keterampilan yang diberikan dapat menjadi salah satu modal bagi masyarakat dalam membangun kembali aktivitas ekonomi pascabencana.

Lebih jauh, pengembangan keterampilan di sektor fashion juga dapat menjadi bagian dari upaya memperkuat ekonomi kreatif daerah dengan memanfaatkan potensi budaya dan identitas lokal Aceh. Dengan dukungan pelatihan vokasi yang tepat, masyarakat diharapkan tidak hanya menjadi penerima manfaat pemulihan pascabencana, tetapi juga mampu menjadi pelaku ekonomi yang produktif dan mandiri.

Foto : Dok. Humas Kemnaker

Ikuti media sosial Radio Heartline FM Tangerang: