29 May 2021

Sebenarnya Siapa Aku?

Sering kali kita terjebak pada pernyataan bahwa orang yang paling mengenal diri kita adalah diri kita sendiri. Namun, sebenarnya pernyataan tersebut tidak sepenuhnya benar. Blind spot, setiap manusia memilikinya. Manusia membutuhkan orang lain untuk melihat hal-hal yang tidak dapat ia lihat sendiri, seperti inilah maksud blind spot atau titik buta.  Kita hanya bisa melihat titik buta tersebut dengan bantuan orang lain. Kritik dari orang lain tidak berarti menjatuhkan.

Di sisi lain, mungkin kita pernah merasa terpojok karena gagal melakukan sesuatu yang ternyata mampu dilakukan oleh orang lain. Tidak sedikit manusia yang terperangkap pada paradigma “saya tidak bisa, saya tidak mungkin bisa”. Kita kadang lupa bahwa sebagai manusia, kita diciptakan dengan sangat amat kompleks dan menakjubkan. Manusia adalah ciptaan Tuhan yang paling mulia di antara makhluk lainnya.

Bunda Teresa pernah mengatakan bahwa dirinya adalah ibarat sebuah pensil yang digerakkan oleh Sang Pencipta. Ini mengartikan bahwa setiap manusia pada hakikatnya sangat istimewa bagi Tuhan.

Ketika kita bersedia dibentuk sesuai rencananya, diri kita akan menemukan tujuan hidup yang sebenarnya. Memang hambatan tidak akan luput dari kehidupan manusia, namun sudah semestinya hambatan sebesar apapun harus dihadapi.

Lalu, bagaimana jika kita merasa tidak mampu melalui hambatan tersebut? Bagaimana mengondisikan keterbatasan kita? Temukan jawabannya di video berikut! [JAW_HL]