22 April 2026

Harga Elpiji Nonsubsidi Naik, Pedagang Nasi Padang di Lampung Terpaksa Irit Pakai Gas

Radio Lampung Heartline FM – Bandar Lampung – Pedagang nasi padang di Lampung terpaksa harus irit menggunakan gas elpiji non-subsidi pasca kenaikan harga.

PT Pertamina Patra Niaga menaikkan harga Liquefied Petroleum Gas (LPG) non-subsidi ukuran 12 kg dari Rp 192 ribu per tabung menjadi Rp 228 ribu per tabung atau naik 18,75 persen.

Kenaikan harga LPG tersebut terjadi pertama kalinya sejak 2023. Sementara itu, harga LPG nonsubsidi jenis 5,5 kg juga mengalami peningkatan harga sebesar 18,89 persen, dari Rp 90 ribu per tabung menjadi Rp 107 ribu per tabung.

Feri pedagang rumah makan (RM) Dua Sahabat di Jalan Sultan Agung, Bandar Lampung, mengatakan, pihaknya terpaksa harus irit dalam penggunaan gas untuk keperluan memasak.

“Adanya kenaikan harga gas elpiji nonsubsidi akan berdampak pada penghasilan kami dan kami harus mengirit dalam penggunaan gasnya,” kata Feri saat diwawancarai di lapak jualannya, Selasa (21/4/2026).

Diakuinya, kenaikan harga gas elpiji non-subsidi ini cukup terasa, termasuk juga harga plastik yang melambung tinggi.  Meski demikian pihaknya belum bisa menaikkan harga jual kepada masyarakat.

“Kalau menaikkan harga belum, sekarang masih harga normal untuk semua menu,” ujarnya. “Jadi kalau kami naikkan harga jual takutnya pengaruh kepada konsumen,” terusnya.

Pihaknya berharap pemerintah ke depan bisa mengembalikan dari gas non subsidi seperti harga sebelumnya.  “Kami sesalkan adanya kenaikan harga elpiji ini berdampak dari kenaikan BBM,” tukas Feri.

 

Sumber: https://lampung.tribunnews.com/lampung/1207195/harga-elpiji-nonsubsidi-naik-pedagang-nasi-padang-di-lampung-terpaksa-irit-pakai-gas

Ikuti media sosial Radio Heartline FM Tangerang: