25 May 2026
Peneliti memeriksa manuskrip kuno abad ke-9 Himne Caedmon yang ditemukan di Perpustakaan Pusat Nasional Roma

Hilang Sejak 1975, Manuskrip ‘Himne Caedmon’ Puisi Tertua Inggris Ditemukan Kembali di Roma

Radio Tangerang Heartline FM – Tim peneliti dari Trinity College Dublin berhasil menemukan kembali salinan baru dari “Caedmon’s Hymn” (Himne Caedmon), yang diakui secara luas sebagai puisi tertua dalam sejarah Bahasa Inggris Kuno. Dokumen historis tersebut diidentifikasi tersimpan di Perpustakaan Pusat Nasional Roma, Italia.

Penemuan manuskrip kuno yang berasal dari awal abad ke-9 ini dinilai sangat krusial bagi dunia pemikiran sastra. Struktur teks ini berhasil memundurkan catatan sejarah variasi teks tertulis bahasa Inggris hingga tiga abad lebih awal dari lini masa yang pernah dicatat oleh sejarawan sebelumnya.

Proses Pelacakan dan Identifikasi Manuskrip

Penemuan monumental ini dipimpin oleh Dr. Elisabetta Magnanti dan Dr. Mark Faulkner, dua pakar manuskrip abad pertengahan terkemuka. Dr. Magnanti berhasil melacak keberadaan dokumen tersebut setelah menghabiskan waktu selama empat tahun untuk melakukan pengatalogan komprehensif terhadap sejarah Bede, hingga akhirnya menyadari adanya referensi data yang tumpang tindih mengenai keberadaan dokumen fisik ini di Roma.

“Kami sangat gembira menemukan bahwa manuskrip tersebut berisi versi Bahasa Inggris Kuno dari Himne Caedmon dan bahwa itu tertanam dalam teks Latin,” ungkap Dr. Elisabetta Magnanti.

Nilai Historis “Caedmon’s Hymn”

Secara literatur, Caedmon’s Hymn merupakan sebuah puisi pendek yang hanya terdiri dari sembilan baris. Ditulis pada abad ke-7, karya ini disepakati oleh para ahli sebagai titik awal mula dari lahirnya sejarah kesusastraan Inggris.

Puisi ini pertama kali didokumentasikan oleh teolog Venerable Bede dalam buku Ecclesiastical History of the English People pada tahun 731. Namun, pada dokumentasi awal tersebut, lirik puisi masih ditulis dalam bentuk parafrase bahasa Latin, bukan bahasa asli Inggris Kuno.

Kronologi Perjalanan Manuskrip yang Berliku

Manuskrip yang ditemukan ini memiliki rekam jejak kepemilikan yang sangat panjang, penuh disrupsi, dan sempat berpindah tangan antarbenua:

Linimasa Perjalanan Manuskrip

Abad ke-12 s.d 19 : Tersimpan di Biara Nonantola, Italia selama tujuh abad.

Sebelum Th 1821   : Diamankan di Vatikan, namun kemudian dilaporkan dicuri.

Era Modern (Awal) : Menjadi koleksi pribadi seorang kolektor di New York, AS.

Tahun 1972        : Pemerintah Italia membeli kembali dokumen melalui jalur resmi.

Tahun 1975        : Dianggap hilang oleh sejarawan karena kesalahan pengatalogan.

Tahun 2026        : Ditemukan kembali oleh tim peneliti Trinity College Dublin.

 

Jembatan Evolusi Bahasa Inggris

Dr. Mark Faulkner menegaskan bahwa penemuan kembali dokumen ini berfungsi sebagai jembatan filologis yang sangat penting untuk memahami tahap awal perkembangan bahasa Inggris tertulis di dunia.

Ketiadaan dokumen pembanding dari abad ke-7 menjadikan Himne Caedmon sebagai peninggalan yang hampir unik dan tidak ada duanya. Dengan ditemukannya salinan otentik abad ke-9 ini, para peneliti kini memiliki spesimen baru yang valid untuk membedah struktur linguistik kuno serta merayakan kembali akar mula lahirnya tradisi sastra barat.

Ditulis ulang oleh redaksi

link : https://mediaindonesia.com/teknologi/893457/himne-caedmon–puisi-tertua-inggris-ditemukan-kembali-di-perpustakaan-roma

FOTO : Peneliti Trinity College Dublin temukan manuskrip abad ke-9 Himne Caedmon di Roma(Dok. Trinity College Dublin)

Ikuti media sosial Radio Heartline FM Tangerang: