28 October 2026
Mentan Andi Amran Sulaiman meninjau gudang lokasi dugaan pengoplosan beras SPHP bersubsidi di Matraman liputan Radio Tangerang Heartline FM

Mentan Amran Kecam Dugaan Pengoplosan 600 Ton Beras SPHP

Radio Tangerang Heartline FM – Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman mengecam dugaan pengoplosan 600 ton beras program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) bersubsidi di Matraman, Jakarta Timur, Rabu (28/10/2026). Ia berharap kepolisian mengusut tuntas kasus ini karena berpotensi merugikan masyarakat dan negara.

“Ini adalah biadab, tidak ada lagi kemanusiaannya. Ini adalah jatah beras untuk orang miskin, kemudian ini barang disubsidi, ini dioplos, dirampok ini,” tegas Amran saat meninjau lokasi.

Ia mengatakan beras SPHP yang dijual dengan harga Rp12.500 per kilogram diduga diubah kemasannya dan dipasarkan sebagai beras premium seharga Rp17.000 per kilogram. Amran menduga jumlah beras yang terlibat dapat mencapai ribuan ton, tetapi angka keseluruhannya masih perlu dipastikan melalui penyelidikan.

Ia pun meminta kepolisian menelusuri asal beras, jalur distribusi, serta kemungkinan keterlibatan pihak lain. Amran juga menegaskan akan memberikan sanksi tegas kepada pegawai Kementerian Pertanian yang terbukti terlibat.

“Kami sebagai Menteri Pertanian, kami memohon kepada kepolisian, ini dibongkar sampai akar-akarnya,” ujarnya.

Amran mengapresiasi jajaran Polres Jakarta Timur atas pengungkapan kasus tersebut. Ia berharap penegakan hukum dilakukan secara tegas untuk mencegah penyalahgunaan beras bersubsidi dan memastikan program SPHP tetap membantu masyarakat memperoleh pangan dengan harga terjangkau.

Foto : M. Digi (https://pertanian.go.id/index.php/news/view/8262)