Setahun Berjalan, Sekolah Rakyat Layani 44 Ribu Siswa di 182 Lokasi
Radio Tangerang Heartline FM – Kementerian Sosial (Kemensos) memperingati satu tahun penyelenggaraan program Sekolah Rakyat di GOR Sudiang, Makassar, Sulawesi Selatan, Rabu (28/10/2026), bertepatan dengan Hari Sumpah Pemuda ke-98. Program ini bertujuan memutus rantai kemiskinan antargenerasi melalui pendidikan. Kegiatan tersebut dihadiri langsung oleh Menteri Sosial Saifullah Yusuf atau Gus Ipul bersama Wakil Menteri Sosial Agus Jabo Priyono.
Ia mengatakan, Sekolah Rakyat merupakan wujud komitmen pemerintah untuk memberikan kesempatan pendidikan bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu.
“Kalau bapaknya pemulung, anaknya tidak boleh jadi pemulung. Kalau bapaknya tukang becak, anaknya tidak perlu harus jadi tukang becak,” tegas Gus Ipul, mengutip arahan Presiden Prabowo Subianto.
Saat ini, Sekolah Rakyat telah beroperasi di 182 lokasi, terdiri atas 100 titik sekolah permanen dan 82 sekolah rintisan, dengan total sekitar 44 ribu siswa. Program ini juga didukung hampir 5.000 guru, 7.000 wali asuh, dan lebih dari 2.000 wali asrama.
Menurut Gus Ipul, Sekolah Rakyat tidak hanya berfokus pada pendidikan akademik, tetapi juga pemenuhan gizi, kesehatan, pembentukan karakter, dan peningkatan kepercayaan diri siswa.
“Kebanggaan kami sederhana, ketika mereka (siswa) tampil dengan percaya diri, kembali bisa membaca, kembali mengenal bangku sekolah,” ujarnya.
Selain mendukung pendidikan anak, Kemensos juga memberdayakan keluarga siswa melalui bantuan sosial, perbaikan rumah, bantuan modal usaha, dan rehabilitasi sosial.
Gubernur Sulawesi Selatan Andi Sudirman Sulaiman mengapresiasi pelaksanaan program tersebut dan menyatakan dukungannya terhadap pengembangan Sekolah Rakyat untuk mempersiapkan generasi Indonesia menuju 2045.
