Pastor Jonatan: Miliki Hati Seperti Domba agar Tetap Peka pada Pimpinan Tuhan
Radio Tangerang Heartline FM – Kedekatan dengan Tuhan tidak hanya diukur dari seberapa lama seseorang menjadi orang percaya, rajin beribadah, atau aktif melayani. Yang terpenting adalah memiliki hubungan yang intim dengan Tuhan sehingga mampu mengenali suara-Nya di tengah berbagai pengaruh dunia.
Pesan tersebut disampaikan Pastor Jonatan Prawira pada Selasa (14/07/26) dalam program Firman dalam Pujian di Heartline FM saat membahas makna memiliki “hati seperti domba”. Menurutnya, domba bukan sekadar simbol ketaatan, tetapi melambangkan kerinduan untuk selalu dekat dengan Sang Gembala.
Ia menjelaskan, banyak orang fokus menjalankan aturan atau perintah Tuhan, tetapi melupakan hubungan pribadi dengan-Nya. Padahal, domba selalu ingin berada di dekat gembalanya dan menjadikan sang gembala sebagai tempat bergantung.
“Kalau hati kita mulai kehilangan damai, mudah marah, dipenuhi kekhawatiran, atau stres, itu bisa menjadi tanda bahwa kita sedang menjauh dari Tuhan. Karena itu, kita perlu kembali kepada-Nya sebagai sumber damai sejahtera,” katanya.
Teladan Daud dan Pentingnya Hubungan Pribadi
Pastor Jonatan mengatakan, salah satu teladan terbaik adalah Daud. Dalam Mazmur 23, Daud menggambarkan Tuhan sebagai Gembala yang menuntun hidupnya. Menurutnya, Daud bersedia mengikuti pimpinan Tuhan karena ia mengenal pribadi Tuhan, bukan hanya mengetahui perintah-Nya.
Ia menegaskan bahwa mengenal Tuhan menjadi dasar untuk mempercayai setiap tuntunan-Nya. Tanpa hubungan yang dekat, seseorang akan mudah ragu, skeptis, bahkan lebih percaya pada pendapat orang lain dibanding firman Tuhan.
Membedakan Berbagai “Suara” dalam Kehidupan
Dalam kesempatan itu, Pastor Jonatan juga mengingatkan pentingnya membedakan berbagai “suara” yang memengaruhi kehidupan:
-
Suara “serigala”: Menebarkan rasa takut dan pesimisme
-
Suara “kambing”: Menghasut dan memicu emosi
-
Suara domba lain: Dipenuhi kekhawatiran
-
Suara Sang Gembala: Didengarkan melalui pembacaan firman Tuhan setiap hari
Sebaliknya, orang percaya diajak untuk terus mendengarkan suara Sang Gembala melalui pembacaan firman Tuhan setiap hari. Menurutnya, firman Tuhan bukan sekadar aturan, melainkan “makanan rohani” yang memberikan arah dan kekuatan dalam menjalani kehidupan.
Melewati “Lembah Kekelaman”
Pastor Jonatan juga menyoroti bahwa setiap orang pasti pernah melewati “lembah kekelaman”. Namun, ia mengingatkan bahwa masa sulit bukanlah tujuan akhir kehidupan.
“Lembah kekelaman bukan tempat tinggal kita, tetapi jalan yang harus dilewati. Tuhan tetap menyertai dan memimpin setiap langkah sampai kita keluar dari masa-masa sulit itu,” ujarnya.
Menjaga Hati dan Mengingat Kebaikan Tuhan
Di akhir perbincangan, Pastor Jonatan mengajak setiap orang untuk lebih banyak mengingat kebaikan Tuhan daripada mengumpulkan pengalaman pahit. Menurutnya, kenangan akan pertolongan Tuhan akan menjadi sumber kekuatan ketika menghadapi tantangan baru.
Ia berharap setiap orang memiliki hati seperti domba yang selalu mau mengikuti pimpinan Sang Gembala. Dengan demikian, kehidupan akan dipenuhi damai sejahtera, pengharapan, dan keyakinan bahwa Tuhan sedang menuntun menuju “padang rumput hijau” yang telah disediakan-Nya.
Foto : SS Heartline Network Sumber : https://www.youtube.com/watch?v=edl9_fYuyu0
Ikuti media sosial Radio Heartline FM Tangerang:
