Waspadai Gangguan Penglihatan di Usia Senja, Deteksi Dini Jadi Kunci Menjaga Kesehatan Mata
Radio Tangerang Heartline FM – Gangguan penglihatan menjadi salah satu masalah kesehatan yang kerap dialami seiring bertambahnya usia. Meski sebagian perubahan pada mata merupakan proses alami penuaan, masyarakat tetap perlu mewaspadai gejala yang mengarah pada penyakit mata serius seperti katarak, glaukoma, maupun gangguan retina.
Hal tersebut disampaikan dr. Nikho Melga S, Sp.M, dari Klinik Mata Serpong dalam talkshow bertajuk “Gangguan Penglihatan di Hari Tua”. Menurutnya, salah satu tanda awal gangguan mata adalah menurunnya kualitas penglihatan, baik dari segi ketajaman maupun kemampuan membedakan warna dan kontras. Gejala lain yang perlu segera diperiksakan antara lain:
-
Mata merah
-
Munculnya bercak putih pada bagian tengah mata
-
Pandangan terasa berkabut
Ia menjelaskan bahwa seiring bertambahnya usia, kualitas air mata juga akan menurun sehingga mata menjadi lebih kering dan penglihatan terasa kurang nyaman. Kondisi tersebut dapat disertai munculnya kelainan pada permukaan mata maupun penyakit lain yang lebih serius.
Katarak: Tidak Hanya Menyerang Lansia
Salah satu penyakit mata yang paling sering ditemukan pada lansia adalah katarak. Penyakit ini terjadi akibat lensa mata yang semula bening berubah menjadi keruh sehingga cahaya yang masuk ke mata terganggu. Akibatnya, penderita akan mengalami:
-
Penglihatan kabur
-
Mudah silau
-
Kesulitan membaca atau melihat dalam kondisi terang
Jika tidak ditangani, katarak bahkan dapat menyebabkan kebutaan. Meski identik dengan usia lanjut, dr. Nikho menegaskan bahwa katarak juga dapat dialami oleh usia muda. Penyebabnya antara lain trauma pada mata, penggunaan obat yang mengandung steroid dalam jangka panjang, maupun faktor penyakit tertentu.
Glaukoma si “Pencuri Penglihatan” dan Bahaya Tetes Mata Sembarangan
Selain katarak, masyarakat juga perlu mewaspadai glaukoma yang dikenal sebagai “pencuri penglihatan” karena sering berkembang tanpa gejala pada tahap awal. Banyak penderita baru menyadari penyakit tersebut ketika lapang pandangnya telah menyempit dan kerusakan saraf mata sudah cukup berat. Oleh karena itu, pemeriksaan mata secara berkala sangat dianjurkan agar penyakit dapat dideteksi lebih dini.
Ia pun mengingatkan agar masyarakat tidak sembarangan menggunakan obat tetes mata. Beberapa jenis obat mengandung steroid yang jika digunakan tanpa pengawasan dokter dapat meningkatkan risiko gangguan mata, termasuk glaukoma maupun katarak. Ia menyarankan penggunaan obat mata dilakukan sesuai anjuran dokter agar aman dan tepat sasaran.
Pengaruh Diabetes dan Teknologi Operasi Modern
Faktor penyakit sistemik seperti diabetes juga berperan besar terhadap kesehatan mata. Gula darah yang tidak terkontrol dapat mempercepat munculnya katarak serta menyebabkan kerusakan pada retina. Oleh karena itu, penderita diabetes dianjurkan rutin mengontrol kadar gula darah sekaligus memeriksakan kondisi matanya secara berkala.
Menurut dr. Nikho, perkembangan teknologi saat ini memungkinkan operasi katarak dilakukan lebih dini tanpa harus menunggu katarak “matang”. Selain mengangkat lensa yang keruh, operasi modern juga memungkinkan pemasangan lensa tanam yang dapat disesuaikan dengan kebutuhan pasien sehingga kualitas penglihatan setelah operasi menjadi lebih optimal.
Langkah Pencegahan dan Pola Hidup Sehat
Sebagai langkah pencegahan, ia menyarankan masyarakat menjalani pemeriksaan mata:
-
Setidaknya 1 kali dalam setahun untuk masyarakat umum
-
Setiap 6 bulan sekali bagi mereka yang memiliki faktor risiko seperti diabetes, hipertensi, maupun kolesterol tinggi
Selain itu, menjaga pola makan sehat, mengonsumsi sayur dan buah, memakai pelindung mata saat beraktivitas di luar ruangan, berolahraga, serta menghindari rokok juga menjadi bagian penting dalam menjaga kesehatan mata hingga usia lanjut.
Foto : SS Heartline Network Sumber : https://www.youtube.com/watch?v=Gi98kSBPv1c
Ikuti media sosial Radio Heartline FM Tangerang:
