20 July 2026
Tonny Sunarjo saat membagikan kesaksian iman dan kisah perjalanannya di program Soul Of Worship Heartline FM

Percaya Karena Iman, Kesaksian Tonny Menghadapi Kritis Hingga Bangkit Menjadi Berkat bagi Sesama

Radio Tangerang Heartline FM – Perjalanan hidup seseorang terkadang berubah melalui sebuah peristiwa yang nyaris merenggut nyawanya. Hal itu dialami Tonny Sunarjo, Pengusaha & Pemilik Bakmi Om Gemuk Gading Serpong, yang membagikan kesaksiannya dalam program Soul Of Worship di Heartline Radio. Dia menceritakan bagaimana pergumulan panjang melawan penyakit jantung membawanya pada pengalaman iman yang mengubah cara pandangnya terhadap hidup.

Mengangkat tema “Percaya Karena Iman”, Tonny mengisahkan bahwa dirinya mulai mengalami gangguan irama jantung sejak 2016. Kondisi tersebut membuatnya harus menjalani dua kali tindakan ablasi. Meski sempat membaik, kesehatannya kembali menurun drastis pada 2024.

Dalam kurun waktu sekitar tiga bulan, Tonny mengalami pingsan hingga tujuh kali. Salah satu peristiwa paling mengkhawatirkan terjadi pada 30 Juni 2024 ketika ia ditemukan tidak sadarkan diri di rumah oleh anaknya. Saat itu, keluarganya sempat mengira ia telah meninggal dunia karena denyut nadinya tidak lagi teraba dan tubuhnya sudah menunjukkan tanda-tanda kritis.

“Saya hanya ingat berada di tempat yang sangat terang dan mendengar suara yang menyuruh saya kembali,” tutur Tonny saat membagikan kesaksiannya.

Menolak Transplantasi dan Pergumulan Biaya Alat Pacu Jantung

Setelah melalui berbagai pemeriksaan medis, dokter menyatakan fungsi jantungnya tinggal sekitar 15 persen. Kondisi tersebut membuat tim medis menawarkan tindakan transplantasi jantung sebagai salah satu pilihan untuk mempertahankan hidupnya.

Keputusan itu menjadi pergumulan besar bagi Tonny dan keluarganya. Ia mengaku terus berdoa serta meminta nasihat dari beberapa pendeta sebelum menentukan pilihan. Meski secara medis transplantasi dinilai memungkinkan, Tonny akhirnya memutuskan untuk tidak mengambil tindakan tersebut dan memilih mempercayayakan hidupnya kepada Tuhan.

“Kalau Tuhan sudah memelihara saya sampai berkali-kali, saya percaya Tuhan juga akan menjaga hidup saya selanjutnya,” ujarnya.

Namun, setelah menolak transplantasi, dokter menyampaikan bahwa ia membutuhkan pemasangan alat pacu jantung untuk menjaga irama jantungnya tetap stabil. Masalah baru pun muncul:

  • Biaya pemasangan alat mencapai ratusan juta rupiah.

  • Biaya tersebut tidak ditanggung oleh BPJS Kesehatan.

  • Pada saat itu, Tonny tidak memiliki dana untuk menjalani tindakan tersebut.

Bersama sang istri, ia memilih kembali berserah melalui doa.

Pertolongan Tak Terduga dan Lahirnya Bakmi Om Gemuk

Jawaban yang dinantikan datang secara tidak terduga. Keesokan harinya, Tonny menerima telepon dari seseorang yang belum pernah dikenalnya. Orang tersebut mengetahui kondisi yang sedang dihadapinya dan menyatakan kesediaan membantu biaya pemasangan alat pacu jantung. Bantuan itu memungkinkan seluruh proses administrasi rumah sakit diselesaikan hingga akhirnya tindakan medis dapat dilakukan beberapa hari kemudian.

Bagi Tonny, peristiwa tersebut menjadi bukti nyata bahwa pertolongan Tuhan dapat hadir melalui siapa saja dan pada waktu yang tepat. Pengalaman menghadapi kondisi kritis membuatnya memiliki cara pandang baru terhadap kehidupan untuk menjadi berkat bagi orang lain.

Semangat itulah yang kemudian mendorong lahirnya usaha kuliner Bakmi Om Gemuk di kawasan Gading Serpong, Tangerang. Baginya, usaha bukan sekadar mencari keuntungan, melainkan juga menjadi sarana berbagi dan melayani sesama.

Berbagi Rasa Syukur dan Menjadi Berkat

Dalam kesempatan yang sama, Tonny menceritakan pengalamannya saat bertemu seorang anak yang mengalami gangguan penglihatan. Ia tergerak untuk membantu proses pemulihan anak tersebut sebagai wujud rasa syukur atas pertolongan yang lebih dulu diterimanya.

“Saya percaya, kalau Tuhan sudah begitu baik kepada saya, maka saya juga harus menjadi berkat bagi orang lain,” ujarnya.

Melalui kesaksiannya, Tonny mengajak setiap orang untuk tetap memiliki pengharapan, sekalipun sedang menghadapi persoalan yang tampak mustahil diselesaikan. Menurutnya, rasa takut adalah hal yang wajar, tetapi iman mengajarkan seseorang untuk tetap percaya bahwa Tuhan sanggup bekerja melampaui kemampuan manusia.

Bagi Tonny, perjalanan melewati sakit, pergumulan, hingga pemulihan bukan sekadar kisah tentang kesembuhan fisik. Lebih dari itu, pengalaman tersebut menjadi proses pembentukan iman yang mengajarkannya untuk hidup dalam penyerahan penuh kepada Tuhan dan menggunakan setiap kesempatan hidup untuk menjadi berkat bagi sesama.

Foto : SS Heartline Network Sumber : https://www.youtube.com/watch?v=pbVIY-VUzZw

Ikuti media sosial Radio Heartline FM Tangerang: