PHK dan Sulitnya Cari Kerja di Tengah Perubahan Teknologi, Ini Kompetensi yang Dibutuhkan Pekerja
Radio Tangerang Heartline FM โ Perubahan teknologi, digitalisasi, dan kondisi ekonomi yang dinamis turut memengaruhi pasar kerja di Indonesia. Perusahaan kini semakin selektif dalam merekrut tenaga kerja, sementara pencari kerja menghadapi persaingan yang semakin ketat.
Praktisi Human Resource Development, Anung Prakoso, mengatakan pasar kerja saat ini mengalami transformasi dengan tingkat persaingan yang semakin tinggi. Menurutnya, perkembangan kecerdasan buatan (AI), mesin, dan teknologi lainnya juga mulai memengaruhi kebutuhan tenaga kerja di berbagai sektor.
Ia menjelaskan, sejumlah pekerjaan yang bersifat administratif mulai banyak terbantu bahkan digantikan oleh teknologi. Penggunaan enterprise system, machine learning, data science, dan AI membuat perusahaan dapat menjalankan sejumlah proses secara lebih efisien.
Menurut Anung, kondisi tersebut membuat perusahaan tidak hanya mencari pekerja yang mampu menyelesaikan tugas, tetapi juga individu yang cepat belajar, mampu beradaptasi, dan memberikan nilai tambah bagi perusahaan.
Selain perkembangan teknologi, ia menyebut kondisi ekonomi yang tidak menentu, penurunan pendapatan perusahaan, digitalisasi, restrukturisasi organisasi, hingga merger dapat menjadi sejumlah faktor yang mendorong perusahaan melakukan efisiensi dan membuka kemungkinan terjadinya pemutusan hubungan kerja (PHK).
Anung mengatakan kebutuhan perusahaan terhadap tenaga kerja juga bergantung pada kondisi dan strategi masing-masing perusahaan. Sebagian perusahaan membutuhkan pekerja berpengalaman, sementara perusahaan lain dapat memilih tenaga kerja muda yang dinilai lebih adaptif terhadap perubahan.
Di tengah perubahan tersebut, Anung menilai pekerja perlu memperkuat sejumlah kompetensi yang sulit digantikan mesin. Kemampuan beradaptasi, memecahkan masalah, berkomunikasi, memiliki etika kerja, serta kemauan untuk terus belajar menjadi beberapa kompetensi yang dinilai penting dalam menghadapi perubahan dunia kerja.
Ia juga menekankan pentingnya pola pikir berkembang atau growth mindset. Menurutnya, pekerja perlu terbuka terhadap perubahan dan tidak hanya terpaku pada pekerjaan yang selama ini dilakukan.
“Yang perlu dikembangkan itu satu, etika kerja, kemudian memahami problem solving, mampu beradaptasi, kemampuan untuk berkomunikasi, sama juga kemauan belajar,” kata Anung dalam perbincangan radio tersebut.
PHK Perlu Dilakukan dengan Proses yang Jelas
Terkait proses PHK, Anung menjelaskan bahwa perusahaan perlu melakukan evaluasi sebelum mengambil keputusan. Evaluasi dapat mencakup kinerja pekerja dan pertimbangan dari atasan sebelum keputusan dibicarakan dengan karyawan yang bersangkutan.
Ia menyebut perusahaan juga perlu menjelaskan alasan PHK, waktu pelaksanaan, serta hak-hak pekerja. Hak yang perlu diperhatikan antara lain pesangon apabila pekerja memenuhi ketentuan, uang penghargaan masa kerja, gaji yang belum dibayarkan, serta hak lainnya sesuai ketentuan yang berlaku.
Pekerja Diminta Mempersiapkan Diri
Bagi pekerja yang terkena PHK, Anung mengingatkan agar kondisi tersebut tidak langsung dipandang sebagai akhir dari perjalanan karier. Ia menyarankan pekerja terus meningkatkan keterampilan, membangun jaringan, dan mempersiapkan sumber pendapatan lain selama masih bekerja.
Menurutnya, pencari kerja juga perlu memiliki strategi waktu. Dalam satu hingga tiga bulan pertama setelah PHK, pencarian kerja dapat difokuskan pada bidang yang sesuai dengan pengalaman atau minat. Jika belum mendapatkan pekerjaan, pencari kerja dapat memperluas pilihan pada periode berikutnya, termasuk mempertimbangkan pekerjaan kontrak, freelance, usaha, atau perubahan karier.
Anung juga mengingatkan agar pencari kerja tidak selalu berpatokan pada jabatan atau besaran gaji sebelumnya. Kesempatan kerja dengan posisi atau penghasilan yang lebih rendah tetap dapat dipertimbangkan sebagai bagian dari proses memulai kembali dan mempelajari hal baru.
“PHK itu bukan tanda berakhir hidup atau kegagalan hidup. Karena dunia ini terus berubah,” ujar Anung. Ia mendorong pekerja untuk tetap memiliki growth mindset, terus bertumbuh, mengembangkan kemampuan, dan tidak berhenti berusaha.
Ikuti media sosial Radio Heartline FM Tangerang:
