07 May 2026

Melatih Suara dan Percaya Diri: Jadi Announcer Yang Baik di UIN Syarif Hidayatullah

Radio Tangerang Heartline FM – Tangerang — Suasana berbeda terasa dalam seminar bertajuk “To Be a Good Announcer” di UIN Syarif Hidayatullah. Kegiatan ini menghadirkan Kitting Lee Satriadi, trainer dari Heartline FM, yang diundang untuk berbagi pengalaman dan membekali mahasiswa dengan keterampilan dasar broadcasting.

Bukan sekadar sesi mendengar, para peserta diajak terlibat aktif untuk berbicara, mencoba, dan berlatih langsung materi-materi tentang bagaimana menjadi seorang penyiar yang baik.

Sekitar 20 mahasiswa dari berbagai jurusan mengikuti kegiatan ini. Sejak awal, suasana terasa hangat dan cair. Antusiasme peserta terlihat dari respons yang hidup, terutama karena topik yang dibahas dekat dengan aktivitas mereka sebagai bagian dari radio kampus, RDK FM.

Dalam sesi ini, peserta tidak hanya mempelajari teknik berbicara, tetapi juga diajak memahami peran seorang announcer secara lebih mendalam. Seorang penyiar bukan hanya ‘bisa berbicara’, melainkan sosok yang hadir sebagai teman bagi pendengar, dapat menyampaikan pesan dengan tulus, hangat, dan dapat dipercaya.

Materi disampaikan secara sederhana dan interaktif, sehingga mudah diikuti oleh seluruh peserta. Mereka diperkenalkan pada dasar-dasar menjadi announcer yang baik, mulai dari kejelasan artikulasi, kehangatan dalam suara, hingga cara menyampaikan pesan yang terasa hidup.

Salah satu bagian yang paling berkesan adalah sesi praktik langsung. Peserta diberi kesempatan untuk mencoba berbicara layaknya penyiar, mulai dari opening, talkset, hingga closing. Bagi sebagian peserta, ini menjadi pengalaman baru yang menantang sekaligus menyenangkan.

“Seru banget, apalagi ada praktiknya. Jadi nggak cuma teori, tapi langsung dicoba,” ungkap salah satu peserta.

Tak hanya peserta pemula, mereka yang sudah memiliki pengalaman di dunia penyiaran kampus pun mengaku mendapatkan perspektif baru. Seminar ini dinilai mampu menambah wawasan sekaligus membangun kembali kepercayaan diri dalam berbicara.

Gaya penyampaian Pak Lee yang santai namun tetap berwibawa turut menciptakan suasana belajar yang nyaman. Peserta merasa lebih leluasa untuk terlibat tanpa rasa takut, sehingga proses belajar menjadi lebih efektif.

Beberapa peserta berharap kegiatan serupa dapat diadakan kembali dengan durasi yang lebih panjang serta porsi praktik yang lebih banyak. Hal ini menunjukkan tingginya minat mahasiswa terhadap pengembangan keterampilan broadcasting.

Melalui kegiatan ini, mahasiswa tidak hanya belajar teknik menjadi announcer, tetapi juga mulai menemukan suara mereka sendiri, suara yang dapat menguatkan dan menginspirasi orang lain.

Humas 0605

Ikuti media sosial Radio Heartline FM Tangerang: