Truk Muat Pupuk Terguling Di Penelokan
Radio Bali Heartline FM – Kintamani, Bangli – Sebuah truk dengan nomor polisi L 8533 UP yang membawa pupuk mengalami kecelakaan terguling di Jalan Raya Penelokan – Suter, Kecamatan Kintamani, Bangli, pada Selasa (20/5). Meskipun truk yang sarat beban tersebut menimpa sepeda motor dan kanopi pedagang bakso, tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut.
Kronologi Kecelakaan Truk Terguling di Kintamani
Peristiwa kecelakaan ini terjadi saat truk berwarna kuning tersebut melaju dari arah utara, Kintamani. Setelah melewati simpang tiga Museum Geopark Batur, truk yang bermuatan penuh pupuk sekam berbelok ke kiri menuju Desa Suter. Diduga, kecelakaan terjadi karena kondisi jalan menanjak yang dipadukan dengan beban berat pada truk, menyebabkan kendaraan tersebut oleng hingga terguling.
Truk terguling dan menimpa sepeda motor yang tengah melintas, serta kanopi pedagang bakso yang ada di sekitar lokasi kejadian. Untungnya, tidak ada korban jiwa dalam insiden tersebut. Sopir truk, Hendra Darmawan (41), warga Banyuwangi, selamat meskipun mengalami luka lecet akibat kecelakaan tersebut.
Evakuasi Truk dan Pengaturan Lalu Lintas di Lokasi Kecelakaan
Pascakejadian, petugas Polsek Kintamani, yang dipimpin oleh Kompol I Nengah Sukerna, segera turun ke lokasi untuk mengatur arus lalu lintas. Proses evakuasi truk dilakukan dengan bantuan warga setempat, yang turut serta dalam pengaturan lalu lintas guna menghindari kecelakaan lanjutan.
Kompol Sukerna mengucapkan terima kasih kepada masyarakat yang telah membantu dalam evakuasi dan pengaturan lalu lintas. “Kami berharap kejadian ini menjadi pelajaran bagi kita semua untuk lebih berhati-hati dan waspada saat berkendara,” ujar Kapolsek Kintamani.
Pentingnya Kewaspadaan di Jalan Raya Penelokan – Suter
Kecelakaan ini juga mengingatkan kita tentang pentingnya kewaspadaan saat berkendara, terutama di daerah yang memiliki medan jalan menanjak dan rawan kecelakaan. Para pengemudi disarankan untuk lebih berhati-hati saat melintas di Jalan Raya Penelokan dan Suter, mengingat kontur jalan yang terjal dan sering kali penuh dengan kendaraan berat.
Sumber:
Nusa Bali.com
