Waspada! Diabetes Tidak Hanya Menyerang Gula Darah, Tapi Juga Mengancam Mata
Radio Tangerang Heartline FM – Penyakit diabetes tidak hanya berdampak pada kadar gula darah, tetapi juga dapat memengaruhi berbagai organ tubuh, termasuk mata. Salah satu komplikasi yang perlu diwaspadai adalah diabetic retinopathy, yaitu gangguan pada retina mata yang disebabkan oleh diabetes.
Dalam program “Ngobrol Kesehatan” di Heartline Radio 100.6 FM, Jose Marwoto berbincang bersama dr. Pieter Juanarta, SpM dari Klinik Mata Serpong, membahas pentingnya kesadaran masyarakat terhadap penyakit mata akibat diabetes serta langkah pencegahan agar gangguan penglihatan dapat dihindari.
Diabetes dan Ancaman Terhadap Mata
Dr. Pieter menjelaskan bahwa diabetes merupakan penyakit yang dapat memengaruhi pembuluh darah di seluruh tubuh, termasuk pembuluh darah kecil yang terdapat pada retina mata.
“Diabetes dapat menyebabkan penyumbatan dan kelemahan pada pembuluh darah. Ketika pembuluh darah di mata mengalami gangguan, dapat terjadi kebocoran cairan maupun darah yang akhirnya mengganggu fungsi retina,” jelasnya.
Retina merupakan bagian penting dalam mata yang berfungsi menangkap cahaya dan mengirimkan informasi visual ke otak. Ketika retina mengalami kerusakan akibat diabetes, kemampuan melihat seseorang dapat menurun.
Menurut dr. Pieter, sekitar 10 persen penderita diabetes berisiko mengalami diabetic retinopathy, terutama jika kadar gula darah tidak terkontrol dengan baik.
Bagaimana Diabetes Merusak Mata?
Dr. Pieter memberikan gambaran sederhana mengenai kerusakan pembuluh darah akibat diabetes.
Pembuluh darah dapat diibaratkan seperti selang yang mengalirkan air ke seluruh tubuh. Ketika diabetes terjadi, selang tersebut dapat menjadi lebih rapuh dan tipis sehingga memungkinkan terjadinya kebocoran.
Akibatnya, dapat terjadi:
- Kebocoran darah atau cairan ke dalam retina
- Pembengkakan pada bagian saraf mata
- Pertumbuhan pembuluh darah baru yang rapuh dan mudah pecah
Jika pembuluh darah baru tersebut pecah, darah dapat memenuhi bagian dalam mata sehingga menyebabkan penglihatan menjadi buram secara tiba-tiba.
Gejala Sering Tidak Terlihat dari Luar
Salah satu hal yang membuat diabetic retinopathy berbahaya adalah gejalanya yang sering kali tidak terlihat secara langsung.
“Kalau dilihat dari luar mata biasanya tidak terlihat apa-apa, karena masalahnya terjadi di dalam mata,” ujar dr. Pieter.
Beberapa tanda yang dapat dirasakan antara lain:
- Penglihatan mulai buram
- Melihat bintik hitam seperti benda yang melayang
- Mata terasa silau atau tidak nyaman
- Penglihatan tiba-tiba menurun akibat perdarahan di dalam mata
Karena gejalanya sering ringan pada tahap awal, banyak pasien baru menyadari adanya masalah ketika kondisi sudah lebih berat.
Siapa yang Berisiko Mengalami Diabetic Retinopathy?
Menurut dr. Pieter, risiko terbesar terjadi pada seseorang yang sudah memiliki diabetes dalam waktu lama, terutama jika gula darah tidak terkendali.
Beberapa faktor yang meningkatkan risiko antara lain:
- Mengidap diabetes dalam jangka panjang
- Kadar gula darah tinggi yang tidak terkontrol
- Memiliki tekanan darah tinggi
- Mengalami kolesterol tinggi
Semakin lama seseorang hidup dengan diabetes, semakin besar kemungkinan mengalami komplikasi pada mata.
Pentingnya Pemeriksaan Mata bagi Penderita Diabetes
Dr. Pieter mengingatkan bahwa penderita diabetes tidak cukup hanya melakukan pemeriksaan gula darah biasa.
Salah satu pemeriksaan penting adalah HbA1c, yaitu pemeriksaan yang menunjukkan gambaran rata-rata kadar gula darah selama tiga bulan terakhir.
Selain itu, pemeriksaan mata secara khusus juga diperlukan menggunakan alat seperti funduskopi untuk melihat kondisi retina.
“Pemeriksaan retina harus dilakukan oleh dokter mata karena bagian tersebut tidak bisa dinilai hanya melalui pemeriksaan biasa,” jelasnya.
Bagi penderita diabetes tipe 2, pemeriksaan mata sebaiknya dilakukan segera setelah mengetahui dirinya mengalami diabetes.
Penanganan Diabetic Retinopathy
Penanganan penyakit ini bergantung pada tingkat keparahan kondisi mata pasien.
Jika terjadi kebocoran pembuluh darah, salah satu tindakan yang dapat dilakukan adalah menggunakan terapi laser untuk membantu menghentikan kebocoran.
Namun, jika sudah terjadi perdarahan yang cukup banyak dan tidak terserap secara alami, dokter dapat mempertimbangkan tindakan operasi untuk membersihkan darah di dalam mata.
Dr. Pieter menegaskan bahwa hasil pengobatan sangat bergantung pada seberapa cepat kondisi tersebut ditemukan.
“Semakin awal ditemukan dan ditangani, semakin besar kemungkinan penglihatan dapat dipertahankan,” katanya.
Pencegahan Dimulai dari Mengontrol Diabetes
Menurut dr. Pieter, kunci utama mencegah diabetic retinopathy adalah mengendalikan penyakit diabetes itu sendiri.
Beberapa langkah yang dapat dilakukan:
- Mengatur pola makan
- Mengurangi konsumsi gula berlebihan
- Mengontrol konsumsi karbohidrat
- Rutin melakukan pemeriksaan gula darah
- Mengikuti anjuran pengobatan dari dokter
- Melakukan pemeriksaan mata secara berkala
“Diabetic retinopathy sebenarnya bisa dicegah apabila diketahui sejak kondisi masih ringan,” ujar dr. Pieter.
Jangan Abaikan Kesehatan Mata
Mata merupakan organ kecil tetapi memiliki peran besar dalam kualitas hidup seseorang. Gangguan penglihatan dapat memengaruhi aktivitas sehari-hari, produktivitas, bahkan kemandirian seseorang.
Melalui edukasi di Heartline Radio, dr. Pieter Juanarta mengajak masyarakat, khususnya penderita diabetes, untuk tidak menunggu sampai muncul gangguan penglihatan berat.
“Jika sudah memiliki diabetes, jangan lupa periksa mata untuk mencegah kondisi yang tidak diinginkan,” pesannya.
Dengan menjaga kadar gula darah dan melakukan pemeriksaan rutin, risiko kehilangan penglihatan akibat diabetes dapat dikurangi.
Ikuti media sosial Radio Heartline FM Tangerang:
