Orang Tua Kuat Tanpa Burnout??? Bisa! Ini Cerita Seru Workshop di Heartline Center
Radio Tangerang Heartline FM – Suasana hangat langsung terasa sejak siang hari, Sabtu, 2 Mei 2026, saat sekitar 80 peserta berkumpul di Gedung Heartline Center, Lippo Karawaci. Workshop hasil kolaborasi Yayasan Yaski, Heartline FM, dan Yayasan Busur Emas ini mengangkat tema yang sangat dekat dengan kehidupan sehari-hari: “How Parents Stay Resilient Without Burn-Out.”
Acara dimulai dengan makan siang bersama—momen sederhana tapi penting untuk saling mengenal dan mencairkan suasana. Tepat pukul 13.00 WIB, kegiatan dibuka lewat sambutan dari Yayasan Yaski, lalu dilanjutkan dengan doa yang dipimpin oleh Yancen Piris.
Agar awal acara seru, peserta diajak mengikuti game pembagian kelompok yang dipandu oleh Felicia atau yang akrab disapa Cia. Ternyata, ini bukan sekadar permainan—kelompok-kelompok ini nantinya jadi tempat diskusi yang lebih dalam, dipandu oleh 13 fasilitator dari Restoring Your Heart (RYH) Indonesia.
Masuk ke sesi utama, Ellen Patricia, MA (Counseling), PCC, SP Founder dari Yayasan Busur Emas membawakan materi yang “ngena banget” untuk para orang tua. Dengan gaya yang hangat dan relatable, beliau menjelaskan bahwa jadi orang tua itu bukan soal selalu kuat, tapi soal belajar bangkit—pelan-pelan.
Beberapa poin penting yang dibagikan terasa sangat dekat dengan realita:
- Kita butuh koneksi yang aman, karena merasa tidak sendirian itu bisa menenangkan hati dan pikiran.
- Emosi itu bukan musuh, justru perlu dikenali dan diterima, bukan dipendam.
- Rasa sakit dalam hubungan? Itu bukan tanda lemah—justru tanda bahwa hubungan itu berarti.
Beliau juga menjelaskan bagaimana tubuh kita kadang otomatis masuk ke mode bertahan—fight, flight, atau freeze—saat menghadapi tekanan. Tapi kabar baiknya, kita bisa belajar keluar dari mode itu lewat self-compassion dan hubungan yang sehat.
Salah satu momen yang paling menyentuh adalah saat peserta diajak merenungkan cerita “Ruangan yang Menunggu.” Banyak yang menjadi diam sejenak, berpikir… sebenarnya apa sih yang kita butuhkan dari diri sendiri? Setelah itu, dibagikan dalam kelompok.
Sesi ini juga makin hidup dengan tanya jawab dan pemutaran Theme Song Restoring Your Heart & Yours, sehingga membuat suasana makin reflektif.
Setelah break, energi peserta kembali diisi lewat game seru dari tim ASIK Yayasan Yaski membawa suasana jadi penuh tawa! Dilanjutkan oleh salah satu fasilitator, Ferry, yang memperkenalkan The Feeling Wheel atau Roda Perasaan, yaitu alat sederhana tapi powerful untuk membantu kita mengenali emosi dengan lebih jelas.
Masuk ke sesi diskusi kelompok kembali, suasana berubah lebih hangat dan personal. Banyak peserta mulai terbuka, berbagi cerita, bahkan menyadari hal-hal baru tentang diri mereka.
Beberapa kesan dari peserta:
- Elizabeth – ingin mulai mempraktikkan ilmu parenting yang didapat untuk anak-anaknya.
- Swissa – merasa belajar cara mengekspresikan emosi negatif dengan lebih lembut dan berencana melakukan evaluasi rutin setiap minggu.
- Feni – tersentuh karena menyadari bahwa dirinya juga butuh pertolongan dalam perjalanan hidupnya.
Workshop ini ditutup dengan hati yang penuh—bukan karena semua masalah langsung selesai, tapi karena peserta pulang dengan pemahaman baru: bahwa menjadi orang tua yang tangguh bukan berarti tidak pernah lelah, tapi tahu cara kembali bangkit, terhubung, dan merawat diri.
Dan mungkin, itu adalah langkah awal yang paling penting.
Ikuti media sosial Radio Heartline FM Tangerang:
