04 May 2026

Waspada Hantavirus: Ancaman Mematikan dari Tikus yang Menyerang Paru-Paru

Radio Tangerang Heartline FM – Ancaman kesehatan dari hewan pengerat ternyata jauh lebih luas dari sekadar leptospirosis. Dunia kini kembali menaruh perhatian pada Hantavirus, sebuah virus mematikan yang baru saja dikonfirmasi Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) telah merenggut tiga nyawa di atas kapal pesiar MV Hondius di Samudra Atlantik.

Dengan satu kasus konfirmasi laboratorium dan lima suspek lainnya, Hantavirus membuktikan dirinya sebagai patogen yang tidak bisa dipandang sebelah mata.

Mengenal Hantavirus dan Risiko Penyakitnya

Hantavirus adalah kelompok virus yang dibawa oleh tikus. Menurut data CDC, dampak infeksinya bisa berbeda tergantung wilayah:

  • Amerika: Memicu Hantavirus Pulmonary Syndrome (HPS) yang menyerang paru-paru.
  • Eropa & Asia: Sering memicu Hemorrhagic Fever with Renal Syndrome (HFRS) yang menyerang fungsi ginjal.

Bagaimana Manusia Bisa Terinfeksi?

Penting untuk dicatat bahwa Hantavirus tidak menular antarmanusia. Penularan terjadi melalui material yang terkontaminasi oleh tikus yang terinfeksi melalui:

  1. Aerosol (Udara): Menghirup debu yang tercampur dengan urine, kotoran, atau air liur tikus yang mengering. Ini adalah jalur penularan paling umum.
  2. Kontak Langsung: Menyentuh benda yang terkontaminasi lalu menyentuh area wajah (mulut/hidung).
  3. Luka Fisik: Gigitan tikus yang terinfeksi.

Waspadai Gejala: Dari Flu hingga Gagal Napas

Hantavirus memiliki masa inkubasi yang cukup lama, yakni 1 hingga 8 minggu. Gejalanya terbagi dalam dua fase krusial:

  • Fase Awal (Hari 1–5): Mirip flu biasa, meliputi demam, menggigil, nyeri otot hebat (punggung, bahu, paha), serta gangguan pencernaan.
  • Fase Lanjut (Hari 4–10): Kondisi memburuk secara drastis. Paru-paru mulai terisi cairan, menyebabkan sesak napas parah dan batuk. Pada tahap ini, risiko kematian sangat tinggi jika tidak segera mendapatkan bantuan ventilator.

Langkah Pencegahan: Putus Rantai di Lingkungan Anda

Hingga saat ini, belum ada vaksin atau obat spesifik untuk Hantavirus. Perawatan hanya bersifat suportif di ruang intensif. Oleh karena itu, pencegahan adalah harga mati:

  • Sterilisasi Akses: Tutup rapat semua lubang yang bisa menjadi pintu masuk tikus ke dalam rumah.
  • Pembersihan Basah: Dilarang menyapu atau memvakum kotoran tikus dalam kondisi kering karena akan menerbangkan virus ke udara. Gunakan disinfektan untuk membasahi kotoran sebelum dibersihkan.
  • Proteksi Diri: Selalu gunakan masker dan sarung tangan saat membersihkan area yang dicurigai sebagai sarang tikus.
  • Kelola Makanan: Simpan sumber makanan di tempat yang rapat dan tidak terjangkau tikus.

Segera hubungi fasilitas kesehatan jika Anda mengalami demam tinggi dan nyeri otot setelah melakukan kontak dengan area yang dihuni tikus. Kebersihan sanitasi adalah perlindungan terbaik Anda.

Ditulis ulang oleh redaksi

link : https://mediaindonesia.com/internasional/886307/mengenal-hantavirus-gejala-bahaya-dan-cara-mencegah-penularannya-dari-tikus

FOTO : Hantavirus merupakan virus berbahaya yang ditularkan melalui tikus. Kenali gejala awal mirip flu hingga risiko gagal napas yang mematikan di sini.(Magnific)

Ikuti media sosial Radio Heartline FM Tangerang: