Catatan Heartline Business Gathering & Networking: Menavigasi Era Baru Saat Konsumen Berpaling dari Google ke Jawaban AI
Radio Tangerang Heartline FM – Dunia pemasaran digital tidak lagi sekadar tentang siapa yang paling banyak muncul di media sosial, melainkan siapa yang paling akurat dibaca oleh Kecerdasan Buatan (AI). Hal ini mengemuka dalam seminar Business Gathering & Networking Heartline FM yang digelar di Tangerang pada Rabu, 29 April 2026.
Dedy Budiman, Champion Sales Trainer, membedah temuan riset terbarunya yang menunjukkan pergeseran drastis perilaku konsumen Indonesia. Namun, suasana semakin hangat saat sesi tanya jawab berlangsung, di mana para pelaku bisnis mulai menyadari bahwa strategi konvensional mereka sedang dipertaruhkan.
Strategi AI di Website Kembali Penting
Dalam dialog interaktif, muncul keresahan mengenai efektivitas website pribadi yang selama ini dianggap “mati suri” oleh para pemasar yang lebih gemar bermain di Instagram atau TikTok. Laras, seorang marketing dari The One Entrepreneur, mengungkapkan kegelisahannya tentang website yang mulai tidak efisien.
Menanggapi hal tersebut, Dedy memberikan perspektif yang membalikkan logika umum. Menurutnya, website hari ini bukan lagi ditujukan untuk dibaca manusia sebagai tujuan utama, melainkan sebagai “ladang data” bagi AI.
Siapa yang membaca website sekarang? Orang mungkin jarang, tapi AI membacanya setiap detik. Tugas kita sekarang adalah bisikin AI melalui artikel yang terstruktur,” ujar Dedy.
Ia menekankan pentingnya strategi GEO (Generative Engine Optimization) dan AEO (Answer Engine Optimization). Tips sederhananya? Buatlah kolom FAQ (tanya jawab) di website. Mengapa? Saat konsumen bertanya pada platform AI seperti ChatGPT atau Gemini, sistem akan mencari jawaban yang paling siap dan ringkas. Jika website Anda menyediakan format tanya jawab yang jelas, AI akan menyitasi brand Anda sebagai sumber jawaban resmi.
LinkedIn Lebih Strategis di Mata AI
Pertanyaan tajam juga datang dari Fuad (Heartline FM) mengenai persentase konten antara media sosial dan artikel. Dedy memaparkan data mengejutkan: meski media sosial masih memegang pasar 39%, kenyamanan AI tumbuh pesat hingga 15,2% hari ini dan diprediksi melonjak ke angka 30% dalam setahun ke depan.
Dedy juga membongkar rahasia platform: AI lebih “menyukai” LinkedIn dibandingkan dengan Instagram atau TikTok. Alasannya sederhana namun krusial, yaitu kredibilitas data. Di LinkedIn, verifikasi akun jauh lebih ketat (menggunakan paspor dengan chip), sehingga AI menganggap informasi di sana lebih valid dan minim hoaks.
“Di TikTok semua orang bisa bicara apa saja tanpa riset. AI itu pintar, dia akan mencari sumber yang paling bisa dipercaya agar tidak dikomplain penggunanya,” tambahnya.
Kendali Tetap di Tangan Manusia
Isu etika dan kepercayaan juga menjadi sorotan. Rima Melina dari Hotel Santika BSD menyentil maraknya video AI yang menipu mata. Sementara itu, Yanwar menanyakan perihal kekurangan AI.
Dedy mengingatkan bahwa AI bukanlah pengganti Tuhan maupun pengganti pemikiran kritis manusia. AI bisa mengalami “halusinasi” atau memberikan jawaban yang salah jika sumber data yang diserapnya berantakan.
“AI itu seperti asisten atau sekretaris. Dia bisa mengerjakan banyak hal, tapi keputusan tetap di tangan pimpinan. Jangan percaya 100% pada AI, kita harus tetap melakukan kroscek dengan beberapa platform AI sekaligus untuk memastikan kebenaran informasi,” tegas Dedy.
Membangun Brand di Era Baru
Melalui seminar ini, Heartline FM berupaya mengedukasi para mitranya bahwa kunci sukses pada tahun 2026 adalah metadata yang konsisten. Dedy mencontohkan bagaimana ia “mengunci” identitas digitalnya agar AI tidak tertukar dengan nama orang lain yang serupa di internet.
Bagi pendengar dan mitra Heartline FM, pesan seminar ini sangat jelas: jangan memusuhi teknologi, tapi pelajarilah cara “memberi makan” teknologi tersebut dengan data yang benar. Inilah saatnya melakukan transisi dari sekadar mengandalkan visual media sosial, menuju optimasi data berbasis teks dan transkrip yang bisa “dimakan” oleh kecerdasan buatan demi keberlangsungan bisnis di masa depan. (JP)
Ikuti media sosial Radio Heartline FM Tangerang:
