BPS: Percepatan Belanja Pemerintah Dorong Pertumbuhan Ekonomi Indonesia pada Triwulan II-2026
Radio Tangerang Heartline FM — Badan Pusat Statistik (BPS) menyatakan percepatan realisasi belanja pemerintah menjadi salah satu faktor utama yang mendorong pertumbuhan ekonomi Indonesia pada triwulan II-2026. Pengeluaran konsumsi pemerintah meningkat 15,97 persen secara tahunan (year-on-year/yoy) dan memberikan kontribusi sebesar 1,07 poin persentase terhadap pertumbuhan ekonomi nasional yang mencapai 5,29 persen.
Kepala BPS Amalia Adininggar Widyasanti menjelaskan bahwa besarnya kontribusi konsumsi pemerintah mencerminkan pentingnya percepatan realisasi anggaran negara dalam menopang pertumbuhan ekonomi. Seluruh program pemerintah yang didanai melalui anggaran belanja negara tercatat dalam komponen Produk Domestik Bruto (PDB), baik sebagai konsumsi pemerintah maupun investasi.
“Artinya apa dari angka 5,29% itu? Sebesar 1,07 poin persentase disumbang oleh percepatan belanja pemerintah,” ujar Amalia di Kantor Metro TV, Jakarta, Jumat (7/8).
Belanja pegawai dan belanja barang, termasuk pencairan gaji ke-13 bagi aparatur sipil negara (ASN), TNI, dan Polri pada Juni 2026, masuk dalam komponen konsumsi pemerintah. Sementara itu, belanja modal dicatat sebagai investasi atau Pembentukan Modal Tetap Bruto (PMTB). Amalia menambahkan, pertumbuhan konsumsi pemerintah yang tinggi selama dua triwulan berturut-turut dipengaruhi oleh perubahan pola realisasi belanja negara yang diterapkan sepanjang tahun ini.
“Ini supaya bisa memberikan efek yang optimal dalam mendorong stimulus perekonomian kita untuk bergerak lebih optimal,” kata Amalia.
Selain konsumsi pemerintah, Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat Pembentukan Modal Tetap Bruto (PMTB) atau investasi tumbuh 6,87 persen pada triwulan II-2026. Sementara itu, impor meningkat 8,82 persen, yang dinilai mencerminkan semakin tingginya aktivitas investasi dan produksi di dalam negeri.
Ditulis ulang oleh Redaksi
Ikuti media sosial Radio Heartline FM Tangerang:
