Roh Kudus sebagai Pribadi Kekal yang Berdiam dalam Diri Orang Percaya
Radio Tangerang Heartline FM — Roh Kudus merupakan pribadi kekal Allah yang berdiam dalam kehidupan orang percaya. Kehadiran Roh Kudus tidak hanya dipahami sebagai kekuatan atau pengaruh rohani, tetapi sebagai pribadi yang bekerja, memimpin, menghibur, mengajar, dan memperbarui kehidupan umat percaya.
Hal tersebut disampaikan Pendeta Tommy Lengkong dalam program Let Us Reason Together yang membahas tema “Roh Kudus adalah Pribadi Kekal di Dalam Kita.”
Roh Kudus Merupakan Pribadi Allah
Tommy menjelaskan bahwa iman Kristen mengenal Allah sebagai Allah Tritunggal, yakni Bapa, Anak, dan Roh Kudus. Ketiganya bukan tiga Allah, melainkan satu Allah dalam tiga pribadi.
Menurutnya, Bapa dikenal sebagai pencipta, Anak sebagai penyelamat, sedangkan Roh Kudus berperan dalam memperbarui kehidupan manusia.
“Roh Kudus itu adalah pribadi Allah yang kekal,” ujar Tommy.
Ia menjelaskan bahwa Alkitab menunjukkan Roh Kudus memiliki karakteristik sebagai pribadi. Roh Kudus dapat berpikir, menyelidiki, berkehendak, berperasaan, berkata-kata, memimpin, mendengar, dan memberitakan sesuatu kepada manusia.
Tommy merujuk pada 1 Korintus 2:10 yang menggambarkan Roh Kudus sebagai pribadi yang menyelidiki segala sesuatu. Dalam 1 Korintus 12:11, Roh Kudus juga disebut memberikan karunia kepada setiap orang sesuai dengan kehendak-Nya.
Sementara itu, Efesus 4:30 menunjukkan bahwa Roh Kudus dapat didukakan. Menurut Tommy, hal tersebut semakin menegaskan bahwa Roh Kudus bukan sekadar kekuatan, melainkan pribadi.
Tommy juga mengaitkan kehadiran Roh Kudus dengan janji Yesus kepada para murid sebelum kenaikan-Nya ke surga. Dalam Yohanes 14:16-17, Yesus menjanjikan seorang Penolong yang akan menyertai orang percaya selama-lamanya dan diam di dalam mereka.
“Roh Kudus adalah pribadi yang berdiam di dalam kita,” jelasnya.
Roh Kudus Bekerja Membawa Manusia kepada Kristus
Menurut Tommy, karya Roh Kudus dalam kehidupan manusia dimulai dengan mempersiapkan seseorang untuk mendengar Injil dan mengenal Yesus Kristus.
Ia menyebut karya tersebut sebagai karya evangelistis. Roh Kudus bekerja menyadarkan manusia mengenai dosa, memperkenalkan Kristus, membawa manusia kepada pertobatan, hingga memberikan kepastian keselamatan.
“Roh Kuduslah yang memperkenalkan Tuhan Yesus kepada kita,” katanya.
Tommy menjelaskan bahwa manusia tidak dapat mengandalkan kekuatannya sendiri untuk mengenal dan mencari Allah. Karena itu, Roh Kudus bekerja menghidupkan kehidupan rohani manusia sehingga seseorang dapat menyadari dosanya dan memahami kebutuhannya akan keselamatan di dalam Kristus.
Dalam dialog bersama pembawa acara, Tommy juga menjelaskan bahwa tidak semua orang secara otomatis didiami Roh Kudus. Menurutnya, Roh Kudus berdiam dalam diri orang yang telah dilahirkan kembali dan menerima Kristus.
Ia membedakan karya Roh Kudus dengan kesadaran moral yang secara umum dimiliki manusia. Kesadaran mengenai benar dan salah merupakan bagian dari penyataan Allah secara umum, sedangkan karya Roh Kudus secara khusus membawa manusia kepada pengenalan akan Kristus, pertobatan, dan keselamatan.
Roh Kudus Menumbuhkan Iman dan Memberikan Karunia
Tommy selanjutnya menjelaskan karya Roh Kudus yang bersifat organis, yaitu ketika Roh Kudus berdiam dalam hati orang percaya dan menumbuhkan buah-buah Roh.
Buah Roh tersebut meliputi kasih, sukacita, damai sejahtera, kesabaran, kemurahan, kebaikan, kesetiaan, kelemahlembutan, dan penguasaan diri.
Menurut Tommy, kehadiran Roh Kudus membuat orang percaya terus mengalami pertumbuhan rohani dan dimampukan menjalani kehidupan dalam ketaatan kepada Tuhan.
Selain itu, Roh Kudus juga bekerja secara karismatis dengan memberikan berbagai karunia kepada orang percaya. Karunia tersebut dapat berupa kemampuan memimpin, menghibur, memberi, menopang, maupun bernubuat.
Namun, Tommy mengingatkan bahwa karunia Roh Kudus bukan untuk menunjukkan kehebatan atau membuat seseorang merasa lebih tinggi dibandingkan orang lain.
“Karunia diberikan oleh Tuhan karena kepercayaan Tuhan untuk kita melayani,” tegasnya.
Ia menambahkan bahwa setiap karunia memiliki tujuan untuk pelayanan dan kepentingan bersama dalam kehidupan jemaat. Perbedaan karunia justru menjadi sarana untuk saling melengkapi.
Roh Kudus Mengajar, Menghibur, dan Menyertai Orang Percaya
Karya Roh Kudus yang terakhir disebut Tommy sebagai karya pedagogis. Dalam karya ini, Roh Kudus berperan sebagai pengajar, pembimbing, dan penghibur bagi orang percaya.
Tommy mengacu pada Yohanes 14:26 yang menyebut Roh Kudus sebagai Penghibur yang mengajarkan segala sesuatu dan mengingatkan orang percaya akan perkataan Kristus.
Ia menjelaskan bahwa istilah Parakletos yang digunakan untuk Roh Kudus memiliki makna sebagai pribadi yang mendampingi, menjadi pengantara, pembela, sekaligus penghibur.
Tommy juga menegaskan bahwa Roh Kudus tidak keluar-masuk dari kehidupan orang percaya setiap kali seseorang melakukan dosa. Sebaliknya, Roh Kudus tetap hadir dan mengingatkan orang tersebut untuk kembali kepada Tuhan.
“Roh Kudus tidak keluar masuk. Tetap ada Roh Kudus yang sudah di dalam hati kita,” ungkapnya.
Karena itu, orang percaya tetap diingatkan untuk mengakui dosa dan kembali kepada Tuhan. Roh Kudus terus bekerja untuk membimbing, menguatkan, memberikan penghiburan, serta membawa orang percaya hidup dalam kebenaran.
Menutup pembahasannya, Tommy mengajak umat percaya untuk mensyukuri kehadiran Roh Kudus dalam kehidupan mereka.
“Dia adalah pribadi kekal yang berdiam dalam hidup kita,” pungkasnya.
Ia menekankan bahwa Roh Kudus terus bekerja dalam kehidupan orang percaya, memberikan penghiburan ketika menghadapi tekanan, memberikan damai sejahtera, mengajarkan kebenaran, serta mengingatkan manusia untuk tetap hidup dalam Kristus.
Ikuti media sosial Radio Heartline FM Tangerang:
