16 September 2026
Azalea Khalika Kanaya saat hadir dan berbagi cerita pengalaman bermusik di program Rumah Impian Anak Heartline FM

Kanaya, Remaja 12 Tahun yang Berani Mengejar Mimpi Lewat Musik dan Basket

Radio Tangerang Heartline FM — Berawal dari kegemaran bernyanyi sejak usia lima tahun, Azalea Khalika Kanaya H atau yang disapa Kanaya kini terus mengembangkan berbagai bakat yang dimilikinya. Di usia 12 tahun, Kanaya tidak hanya menekuni dunia tarik suara, tetapi juga mulai mengembangkan kemampuan di bidang dance dan basket.

Kanaya menjadi salah satu anak berprestasi yang hadir dalam program Rumah Impian Anak pada Minggu (13/09) . Dalam kesempatan tersebut, siswi Pratiwi School yang kini duduk di kelas 7 itu menceritakan perjalanan dan pengalamannya mengikuti berbagai kegiatan seni hingga tampil di hadapan ratusan penonton.

Salah satu pengalaman yang berkesan bagi Kanaya adalah keterlibatannya dalam drama musikal Ibu Sut. Ia mengaku proses tersebut dimulai dari audisi secara daring.

“Awalnya itu di online ada audisinya. Aku lihat audisinya terus habis itu aku pengen gabung. Akhirnya aku bikin video akting sama nyanyi lagunya Ibu Sut,” kata Kanaya dalam program Rumah Impian Anak.

Setelah lolos tahap awal, Kanaya mengikuti callback untuk menentukan pemeran dalam pertunjukan tersebut. Ia kemudian menjalani proses latihan yang mencakup kemampuan bernyanyi, akting, dan koreografi.

Bagi Kanaya, pengalaman mengikuti drama musikal bukan hanya tentang tampil di atas panggung. Proses latihan juga mempertemukannya dengan teman-teman baru dan memberikan pengalaman bekerja bersama dalam sebuah pertunjukan.

“Seru banget dari mulai latihan, awal latihan dari audisi ketemu teman, terus beberapa kali latihan juga seru banget. Mulai nyanyi, akting, akhirnya belajar koreonya,” ujarnya.

Terpilih Nyanyi Bersama Geng Jumbo

Pengalaman lain yang tidak kalah berkesan datang ketika Kanaya mengikuti audisi untuk tampil bernyanyi bersama Geng Jumbo dalam sebuah konser.

Audisi tersebut dilakukan secara online. Kanaya merekam dirinya bernyanyi, kemudian mengunggah video audisinya melalui Instagram. Tak disangka, ia kemudian terpilih menjadi salah satu pemenang.

Kanaya menyebut ada tiga orang yang terpilih dari peserta audisi untuk kesempatan tersebut. Selain dirinya, terdapat dua pemenang lainnya.

Kesempatan itu membuat Kanaya harus tampil di hadapan banyak penonton. Ia mengaku sempat merasa gugup, terutama karena jumlah penonton mencapai lebih dari 500 orang.

Meski demikian, Kanaya berusaha tetap percaya diri dan memberikan penampilan terbaiknya. Pengalaman tersebut menjadi salah satu kesempatan penting untuk melatih keberaniannya tampil di depan publik.

Belajar Mengatasi Rasa Gugup

Menariknya, Kanaya memiliki cara sederhana untuk mengatasi rasa gugup ketika berada di atas panggung. Ia mengikuti nasihat sang mama untuk tidak terlalu fokus pada wajah penonton.

Kanaya mengatakan dirinya membayangkan para penonton seperti patung sehingga perhatian tetap tertuju pada penampilan dan lagu yang dibawakan.

Cara tersebut ternyata membantunya tampil lebih percaya diri. Menurut Kanaya, rasa gugup masih muncul karena pengalaman tampil di hadapan banyak orang belum terlalu banyak.

“Yang enggak oke itu seperti banyak orang,” katanya ketika ditanya mengenai kondisi yang masih membuatnya gugup. Ia menyadari pengalaman menjadi bagian penting dalam proses membangun kepercayaan diri.

Bernyanyi Mengajarkan Percaya Diri

Bagi Kanaya, bernyanyi bukan sekadar aktivitas yang menyenangkan. Dari hobinya tersebut, ia mendapatkan pelajaran penting mengenai keberanian dan kepercayaan diri.

Ketika ditanya mengenai pelajaran yang diperoleh dari aktivitas bernyanyi, Kanaya menjawab singkat, “Percaya diri.”

Menurutnya, kemampuan tampil di depan orang lain membutuhkan keberanian dan mental yang terus dilatih. Karena itu, mengikuti audisi, lomba, maupun pertunjukan menjadi kesempatan untuk mengembangkan dirinya.

Kegemarannya terhadap musik juga sudah tumbuh sejak kecil. Kanaya mengaku mulai menyukai aktivitas bernyanyi ketika berusia sekitar lima tahun, termasuk menyanyikan berbagai lagu Disney.

Ketertarikan tersebut kemudian terus berkembang hingga sekarang. Menariknya, kemampuan vokalnya banyak dilatih bersama sang mama yang juga memiliki kegemaran bernyanyi.

Mulai Menekuni Dance dan Basket

Selain bernyanyi, Kanaya kini mulai mencoba bidang lain. Ia mulai mengenal dance sejak kelas 5 SD dan kemudian tertarik menekuni basket.

Menurut Kanaya, dance dan basket memberikan pengalaman yang berbeda. Aktivitas olahraga membantunya menjaga kebugaran dan membuat tubuh lebih kuat, sementara pengalaman mengikuti latihan juga membentuk mentalnya.

Saat ini, Kanaya ingin terus mengembangkan kemampuan bernyanyi sekaligus basket. Ia menyadari kemampuan basketnya masih perlu banyak ditingkatkan sehingga latihan menjadi bagian penting dari proses tersebut.

Bagi Kanaya, kunci untuk berkembang adalah terus berlatih dan tidak mudah menyerah.

“Terus latihan. Jangan gampang menyerah,” ujarnya.

Ingin Menjadi Dokter Sekaligus Penyanyi

Di tengah berbagai aktivitasnya, Kanaya juga sudah memiliki cita-cita. Ia mengaku ingin menjadi dokter, namun tetap ingin menjalani dunia musik.

“Jujur pengin jadi dokter, cuman kalau bisa sambil jadi penyanyi juga,” kata Kanaya.

Keinginan tersebut menunjukkan bahwa bagi Kanaya, memiliki lebih dari satu minat bukan sesuatu yang harus dipertentangkan. Ia memilih untuk terus mencoba berbagai kegiatan dan melihat kemampuan mana yang dapat dikembangkan lebih jauh.

Saat ini, Kanaya masih menjalani aktivitas sekolah sekaligus berbagai kegiatan di luar akademik. Ia membagi waktunya untuk belajar, latihan basket, bernyanyi, dan dance. Basket dilakukan di sekolah, sedangkan latihan bernyanyi dan dance biasanya dilakukan pada hari libur.

Perjalanan Kanaya menjadi gambaran bahwa prestasi tidak selalu dimulai dari sesuatu yang besar. Ketertarikan sederhana terhadap musik sejak kecil dapat berkembang menjadi pengalaman mengikuti audisi, tampil dalam drama musikal, hingga bernyanyi di hadapan ratusan penonton.

Yang terpenting, seperti pesan Kanaya, proses tersebut membutuhkan latihan, keberanian, percaya diri, dan kemauan untuk tidak mudah menyerah.

Sumber : https://www.youtube.com/watch?v=sKGuIaS2ur8

Ikuti media sosial Radio Heartline FM Tangerang: