30 September 2026
Syarifah Azkia Naura Firrizqiah menyandang selempang None Cilik Jakarta Wakil 1 2026 saat sesi wawancara

Azkia, None Cilik Jakarta Wakil 1 2026 Dorong Anak Muda Cintai Budaya Indonesia

Radio Tangerang Heartline FM – Syarifah Azkia Naura Firrizqiah atau yang akrab disapa Azkia, berhasil terpilih sebagai None Cilik Jakarta Wakil 1 2026. Di usia yang masih duduk di kelas 1 SMP, Azkia aktif memperkenalkan budaya Indonesia sekaligus mendorong anak-anak seusianya untuk lebih percaya diri dalam mengembangkan minat dan bakat.

Azkia merupakan siswi SMP Negeri 228 Jakarta. Sebelum terpilih sebagai None Cilik Jakarta Wakil 1 2026, ia telah memiliki pengalaman di bidang kebudayaan dan public speaking. Ia juga pernah menyandang gelar Putri Kebudayaan Indonesia 2025.

Ketertarikannya mengikuti ajang None Cilik Jakarta bermula ketika Azkia pernah terlibat dalam kegiatan sebagai pembawa acara bersama None Jakarta dewasa. Dari pengalaman tersebut, ia kemudian tertarik untuk mengikuti ajang None Cilik setelah melihat informasi pendaftarannya di media sosial.

“Jadi aku tanpa lama-lama lagi aku langsung minta daftarin karena aku minat banget di situ,” ujar Azkia dalam wawancara.

Sebagai None Cilik Jakarta Wakil 1, Azkia memiliki tugas memperkenalkan budaya dan pariwisata Jakarta kepada masyarakat, khususnya kepada teman-teman sebaya. Menurutnya, tantangan dalam menjalankan tugas tersebut adalah bagaimana membuat anak muda tertarik untuk mengenal dan mencintai budaya daerah.

Untuk menjawab tantangan tersebut, Azkia memilih pendekatan kreatif dengan memadukan budaya tradisional dan modern. Salah satunya melalui seni tari, seperti menggabungkan tarian Betawi dengan unsur tari modern.

Azkia mengatakan, budaya Jakarta sendiri merupakan hasil akulturasi berbagai budaya. Karena itu, menurutnya, generasi muda perlu memahami keberagaman tersebut sebagai bagian dari identitas bangsa.

Ketertarikan Azkia terhadap budaya Indonesia sudah tumbuh sejak kecil. Ia mengaku sering mendengarkan cerita rakyat dari ibunya dan mulai mengenal berbagai kesenian sejak usia dini. Pengalaman tersebut kemudian mendorongnya untuk mengikuti berbagai kegiatan dan lomba yang berkaitan dengan budaya.

Menurut Azkia, perkembangan teknologi dan budaya asing tidak harus membuat generasi muda meninggalkan budaya sendiri. Anak-anak tetap dapat menikmati berbagai budaya dari luar, tetapi pada saat yang sama harus mencintai dan melestarikan budaya Indonesia.

“Kita boleh menyukai budaya dari asing, tapi kita juga harus mencintai dan melestarikan budaya dari bangsa kita sendiri,” katanya.

Selain aktif dalam bidang kebudayaan, Azkia juga memiliki kemampuan public speaking yang terus dikembangkan. Ia mengaku sempat menjadi anak yang pemalu dan takut mengikuti perlombaan. Namun, dukungan dari ibunya membuat Azkia mulai berani tampil di depan umum.

Ia kemudian mengikuti lomba pidato dan berhasil meraih juara pertama. Pengalaman tersebut semakin mendorongnya untuk mengasah kemampuan berbicara di depan publik.

Bagi Azkia, kunci untuk membangun kepercayaan diri adalah berani memulai dan tidak takut melakukan kesalahan. Ia juga menilai seseorang tidak harus langsung mahir ketika memulai sebuah kegiatan.

“Enggak harus jago dulu untuk memulai sesuatu. Lebih tepatnya kita harus punya minat dulu di kegiatan itu,” ujar Azkia.

Pandangan tersebut juga menjadi bagian dari kegiatan Yayasan Budaya Anak Indonesia Kreatif (BAIK) yang didirikannya. Awalnya, BAIK merupakan komunitas yang kemudian berkembang menjadi yayasan. Wadah tersebut dibuat untuk memberikan ruang bagi anak-anak Indonesia yang memiliki minat terhadap budaya maupun bakat tertentu agar dapat mengembangkan diri.

Azkia menjelaskan, anak-anak tidak harus sudah memiliki kemampuan tinggi untuk bergabung. Yang terpenting adalah memiliki minat dan kemauan untuk belajar.

Selain budaya, Azkia memiliki sejumlah hobi, antara lain menggambar, melukis, membaca buku, dan menari. Ia juga memiliki cita-cita menjadi dokter, khususnya dokter bedah, karena ingin membantu dan menyelamatkan banyak orang.

Sebagai anak pertama, Azkia juga berusaha menjadi contoh bagi adik-adiknya. Ia menilai seorang kakak perlu menunjukkan perilaku yang baik, bersikap ramah, jujur, dan dapat memberikan contoh positif kepada lingkungan sekitar.

Azkia berharap semakin banyak anak Indonesia yang berani mengembangkan diri dan mengenal budaya bangsa. Ia juga berpesan kepada anak-anak yang menghadapi perundungan karena prestasi agar tidak kehilangan fokus terhadap tujuan dan kegiatan positif yang mereka jalani.

“Yang penting mulai berani maju, mulai berani tampil, punya minat dan konsisten,” katanya.

Menurut Azkia, keberhasilannya hingga saat ini tidak terlepas dari dukungan kedua orang tuanya, Umi dan Abi. Dukungan keluarga membuatnya lebih leluasa mengembangkan minat dan bakat sesuai keinginannya.

“Orang tuaku selalu mendukung apa yang aku inginkan. Minat aku di mana, nanti disalurkan,” ujar Azkia.

Dengan berbagai pengalaman tersebut, Azkia ingin terus mengembangkan diri sekaligus mengajak generasi muda untuk mengenal, mencintai, dan melestarikan budaya Indonesia. Ia berharap semakin banyak anak Indonesia yang percaya diri untuk menunjukkan potensi dan prestasi yang dimiliki.

Sumber : https://www.youtube.com/watch?v=E1fNd7LCepA

Ikuti media sosial Radio Heartline FM Tangerang: