30 September 2026
Deni Hen memaparkan tips psikologi anak dan pengasuhan dalam program Parenting with Heart di Heartline FM

Menumbuhkan Kemauan Anak Belajar Tanpa Harus Disuruh

Radio Tangerang Heartline FM – Menumbuhkan kemauan anak untuk belajar tidak selalu harus dilakukan dengan menyuruh atau memberikan tekanan. Orang tua justru perlu menjaga rasa ingin tahu atau curiosity anak agar proses belajar menjadi sesuatu yang menyenangkan dan bermakna.

Hal tersebut disampaikan Deni Hen, Family Psychology dan tim parenting Yayasan Busuredmas, dalam program Parenting with Heart di Heartline FM. Menurutnya, rasa ingin tahu sebenarnya sudah muncul sejak anak usia dini. Anak memiliki dorongan alami untuk mengenal dan memahami berbagai hal di sekitarnya.

Deni menjelaskan, salah satu alasan anak kemudian kehilangan minat belajar adalah karena pelajaran sering kali hanya dipandang sebagai materi yang harus dikuasai dan dihafalkan. Padahal, proses belajar seharusnya memberikan kesempatan kepada anak untuk melihat, menganalisis, bertanya, dan memahami hubungan antara pengetahuan dengan kehidupan sehari-hari.

“Jangan dipadamkan curiosity-nya,” ujar Deni, menekankan pentingnya orang tua memberikan ruang bagi anak untuk bertanya dan mengeksplorasi lingkungan di sekitarnya.

Ia mengatakan orang tua juga perlu membangun suasana belajar sejak anak masih kecil. Hal-hal sederhana seperti mengajak anak mengamati bunga, menyentuh benda yang aman, melihat lingkungan sekitar, membaca buku, hingga mengunjungi museum dapat menjadi bagian dari proses pembelajaran.

Dengan pengalaman tersebut, anak dapat memahami bahwa dunia merupakan sesuatu yang menarik untuk dipelajari, bukan sekadar kumpulan materi yang harus dikuasai.

Deni juga menyoroti pentingnya menghubungkan pelajaran dengan kehidupan nyata, terutama ketika anak mulai memasuki usia remaja. Anak yang mempertanyakan manfaat sebuah pelajaran perlu dibantu untuk menemukan relevansi dan makna dari apa yang dipelajarinya.

“Kerja sama antara sekolah dan orang tua juga penting. Metode pembelajaran yang menghubungkan materi dengan pengalaman nyata dinilai dapat membantu anak lebih mudah memahami Pelajaran,” ujarnya.

Selain itu, orang tua disarankan tidak terlalu cepat menyelesaikan semua persoalan anak. Memberikan kesempatan kepada anak untuk menghadapi kesulitan dan menerima konsekuensi dari pilihannya dapat membantu membangun rasa tanggung jawab.

Deni mencontohkan, ketika anak tidak mengerjakan tugas atau mendapatkan nilai kurang baik, orang tua tidak selalu harus turun tangan menyelesaikan persoalan tersebut. Konsekuensi yang wajar dapat menjadi bagian dari proses belajar dan membantu anak memahami tanggung jawabnya.

Untuk anak yang lebih besar, khususnya remaja, Deni menekankan pentingnya membantu mereka menemukan meaning atau tujuan dalam kehidupan. Ketika anak mulai mengetahui hal yang ingin dicapai, proses belajar dapat memiliki arah yang lebih jelas.

“Kalau itu sudah bisa ditemukan, itu lebih gampang sebenarnya. Dia sudah tahu harus belajar ini, harus belajar itu,” jelasnya.

Deni juga menyampaikan bahwa proses belajar dapat dilakukan melalui berbagai cara dan tidak terbatas pada buku pelajaran. Permainan, misalnya, dapat menjadi sarana belajar apabila dipilih dan digunakan secara tepat. Sejumlah permainan dapat memperkenalkan anak pada strategi, kerja sama, statistik, sejarah, hingga pengelolaan sumber daya.

Meski demikian, ia mengingatkan agar anak tidak terpaku pada satu jenis permainan. Orang tua tetap perlu mendampingi dan mengarahkan anak untuk mendapatkan pengalaman belajar yang beragam.

Di akhir perbincangan, Deni menegaskan bahwa pada dasarnya anak memiliki dorongan untuk belajar. Ketika seorang anak terlihat malas belajar, orang tua perlu melihat kembali metode yang digunakan dan mencari tahu hal yang mungkin membuat rasa ingin tahu anak berkurang.

“Semua anak suka belajar,” tegas Deni. Menurutnya, tugas orang tua adalah membantu anak menemukan kembali bahwa belajar merupakan sesuatu yang menyenangkan.

Sumber : https://www.youtube.com/watch?v=rP28c5XefAo

Ikuti media sosial Radio Heartline FM Tangerang: