08 July 2025
Warga Bali bersiaga menghadapi banjir rob di kawasan pesisir saat air laut pasang

Waspada Banjir Rob Bali 9–12 Juli 2025

Radio Bali Heartline FM – Waspadai Banjir Rob di Pesisir Bali 9–12 Juli 2025, BBMKG Denpasar Keluarkan Peringatan Resmi

Masyarakat Bali yang tinggal di wilayah pesisir diminta untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi banjir rob yang diprediksi terjadi pada 9 hingga 12 Juli 2025.

Peringatan ini disampaikan langsung oleh Balai Besar Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BBMKG) Wilayah III Denpasar sebagai respons atas potensi peningkatan tinggi muka air laut akibat fenomena bulan purnama yang akan terjadi pada Kamis, 10 Juli 2025.

Dampak Fase Bulan Purnama terhadap Air Laut

Menurut Kepala BBMKG Wilayah III Denpasar, Cahyo Nugroho, fase bulan purnama dapat memicu pasang maksimum air laut, yang berisiko menimbulkan banjir rob di berbagai wilayah pesisir Bali.

“Fase bulan purnama berpotensi meningkatkan ketinggian air laut maksimum,” jelas Cahyo dalam keterangannya di Denpasar, Jumat (4/7).

Wilayah yang Berpotensi Terkena Dampak Rob

Dari hasil analisis pasang surut dan pemantauan elevasi air laut, BBMKG Denpasar mengidentifikasi beberapa kawasan rawan terdampak banjir pesisir, yaitu:

  • Pesisir selatan Kabupaten Jembrana

  • Wilayah pesisir Tabanan, Klungkung, dan Karangasem

  • Kabupaten Badung, Kota Denpasar, serta Kabupaten Gianyar

Masing-masing wilayah berpotensi mengalami rob pada waktu yang berbeda, tergantung kondisi lokal seperti topografi, arus laut, dan arah angin.

Potensi Gangguan Akibat Banjir Rob

Fenomena banjir rob atau pasang laut ekstrem ini bisa menimbulkan gangguan serius terhadap aktivitas masyarakat, seperti:

  • Aktivitas bongkar muat di pelabuhan dan dermaga tradisional

  • Permukiman pesisir yang terendam air laut

  • Usaha tambak garam dan perikanan darat yang terganggu akibat intrusi air laut

Imbauan BBMKG untuk Warga Pesisir

BBMKG Denpasar mengimbau masyarakat agar siaga dan memperhatikan perkiraan cuaca maritim terkini dari sumber resmi. Warga diminta untuk:

  • Memperbarui informasi prakiraan pasang surut secara berkala

  • Menghindari aktivitas di pesisir saat jam-jam pasang maksimum

  • Melindungi aset seperti kendaraan, alat tangkap, dan properti di tepi pantai

“Masyarakat diimbau untuk selalu mewaspadai dan siaga mengantisipasi dampak dari pasang maksimum air laut, serta memperhatikan informasi terbaru terkait cuaca maritim,” ujar Cahyo Nugroho.

Untuk memperoleh informasi terkini, masyarakat dapat mengakses kanal resmi berikut:

Dengan mengikuti informasi resmi, masyarakat dapat lebih siap dalam menghadapi potensi bencana dan meminimalkan risiko kerugian akibat banjir rob.

Ikuti media sosial Radio Heartline FM Tangerang:
|