23 July 2026
Dokter spesialis kedokteran jiwa dr. Danardi Sosrosumihardjo Sp.KJ (K) saat menjelaskan cara mengelola stres tanpa obat dalam program Sketsa Keluarga Indonesia

10 Cara Mengelola Stres Tanpa Obat, Mulai dari Curhat hingga Menjaga Keseimbangan Hidup

Radio Tangerang Heartline FM – Stres merupakan bagian alami dari kehidupan manusia. Setiap orang memiliki kemampuan tubuh dan pikiran untuk melakukan penyesuaian ketika menghadapi tekanan. Namun, kemampuan setiap individu dalam menghadapi stres berbeda-beda, tergantung pada karakter, pengalaman hidup, serta daya tahan mental yang dimiliki.

Dr. Danardi Sosrosumihardjo, Sp.KJ (K) dalam program Sketsa Keluarga Indonesia pada Selasa (21/07/2026), menjelaskan bahwa ketika seseorang mengalami tekanan, terjadi perubahan pada zat-zat tertentu dalam tubuh seperti neurotransmitter dan hormon. Kondisi tersebut kemudian membuat tubuh secara alami berusaha mengembalikan keseimbangan.

Menurutnya, seseorang yang memiliki kondisi mental dan fisik yang cukup baik biasanya mampu melakukan penyesuaian secara mandiri. Namun, jika mekanisme pertahanan diri kurang kuat, seseorang mungkin membutuhkan dukungan dari orang lain atau bantuan tenaga profesional.

“Setiap manusia memiliki kemampuan pertahanan diri. Kita perlu melatih pola pikir, perasaan, dan tindakan agar tetap positif serta mampu menghadapi tekanan yang datang,” jelasnya.

Stres Tidak Selalu Buruk (Eustress vs Distress)

Selama ini banyak orang menganggap stres sebagai sesuatu yang selalu negatif. Padahal, dalam dunia psikologi dikenal istilah eustress (stres positif), yaitu tekanan yang justru dapat memberikan motivasi dan membantu seseorang berkembang.

Dokter Danardi memberikan contoh bahwa rasa gugup sebelum ujian, presentasi, atau menghadapi situasi baru merupakan bentuk stres yang masih normal. Tekanan tersebut dapat melatih seseorang menjadi lebih siap dan meningkatkan kemampuan menghadapi tantangan.

Namun, stres dapat menjadi masalah ketika tekanan yang dirasakan sudah melebihi kemampuan seseorang untuk mengatasinya atau berlangsung dalam waktu lama. Kondisi tersebut disebut sebagai distress.

“Tidak semua stres harus dihindari. Stres yang masih dalam batas kemampuan justru membuat kita lebih kuat dan meningkatkan daya tahan mental,” ujarnya.

Satu masalah yang sama dapat memberikan dampak berbeda bagi setiap orang. Hal tersebut dipengaruhi oleh karakter, pengalaman, serta cara seseorang memandang masalah.

Dokter Danardi menjelaskan bahwa kehilangan sesuatu yang dianggap kecil oleh orang lain bisa menjadi tekanan besar bagi seseorang. Sebaliknya, ada orang yang mampu menghadapi kehilangan besar karena memiliki daya tahan mental yang lebih kuat.

Kemampuan tersebut dikenal dengan istilah resiliensi, yaitu kemampuan seseorang untuk bangkit kembali setelah mengalami tekanan atau kesulitan.

“Resiliensi dapat dilatih melalui pengalaman hidup. Semakin sering seseorang belajar menghadapi tantangan, semakin kuat pula daya tahannya,” katanya.

10 Cara Meredakan Stres Tanpa Obat

Selain menggunakan bantuan medis jika diperlukan, terdapat berbagai cara non-obat yang dapat membantu seseorang mengelola stres:

  1. Berbicara dengan Orang Terpercaya

    Membagi cerita kepada orang yang dipercaya, mampu mendengarkan, menjaga rahasia, serta memberikan dukungan positif dapat membantu mengurangi beban pikiran dan rasa cemas.

  2. Membuat Alternatif Solusi

    Memiliki beberapa pilihan rencana (seperti rencana A, B, dan C) membantu pikiran menjadi lebih tenang karena merasa selalu memiliki jalan keluar.

  3. Menyesuaikan Target dan Ekspektasi

    Menurunkan target atau tuntutan diri bukan berarti menyerah, melainkan menyesuaikan kemampuan agar tujuan tetap realistis dan dapat dicapai.

  4. Menjaga Kondisi Fisik

    Menjaga pola tidur, makan cukup, minum minuman hangat, peregangan, atau mengambil jeda dari pekerjaan sangat penting agar tubuh kembali rileks.

  5. Melakukan Aktivitas Fisik

    Olahraga ringan seperti berjalan kaki, bersepeda, atau aktivitas fisik lain yang disukai membantu mengurangi ketegangan tubuh secara efektif.

  6. Belajar Mengatakan “Tidak”

    Menolak tanggung jawab berlebih secara bijak merupakan bagian penting dalam menjaga kesehatan mental agar tidak mengalami kelelahan berlebihan (burnout).

  7. Memiliki Hobi

    Hobi (membaca, bermain musik, memasak, menggambar, berkebun, dll.) membantu mengalihkan fokus dari tekanan dan menjadi bentuk relaksasi yang menyenangkan.

  8. Mengelola Overthinking

    Belajar menyeimbangkan pikiran negatif dengan kemungkinan positif, serta berfokus pada usaha yang bisa dilakukan daripada kecemasan hasil.

  9. Membuat Perencanaan Hidup

    Menyusun target waktu dan langkah yang jelas membantu seseorang menghadapi masa-masa sulit dengan lebih tenang dan terarah.

  10. Memperkuat Kehidupan Spiritual

    Melalui doa, penerimaan diri, dan keyakinan bahwa setiap masalah dapat dilewati, aspek spiritual dapat menjadi sumber kekuatan utama dalam menemukan ketenangan.

Sumber : https://www.youtube.com/watch?v=hVpcMctD9wI

Ikuti media sosial Radio Heartline FM Tangerang: