Elsafan Group Buktikan Keterbatasan Bukan Penghalang untuk Berkarya
Radio Tangerang Heartline FM – Keterbatasan fisik tidak menjadi penghalang untuk menghasilkan karya yang menginspirasi. Hal itu dibuktikan oleh Elsafan Group, kelompok musik yang beranggotakan penyandang disabilitas netra di bawah naungan Yayasan Elsafan. Dalam program Heartline Request, mereka membagikan perjalanan hidup, proses berkarya, hingga pesan agar setiap orang tetap percaya diri dan menemukan makna dalam hidup.
Yayasan Elsafan sendiri merupakan lembaga pelayanan yang bergerak di bidang pembinaan penyandang disabilitas netra dan anak autis. Yayasan yang berdiri sejak 2006 itu memiliki sekolah dan panti di kawasan Pondok Bambu, Jakarta Timur. Nama “Elsafan” diambil dari bahasa Ibrani yang berarti “Tuhan yang melindungi”, mencerminkan perjalanan yayasan yang bertahan selama dua dekade melalui dukungan para donatur dan mitra.
Salah satu personel, Mutiara, menceritakan dirinya bergabung dengan Yayasan Elsafan pada 2012 setelah mengikuti pelatihan komputer bicara yang diselenggarakan yayasan di sekolahnya. Berasal dari Palu, Sulawesi Tengah, ia memutuskan merantau ke Jakarta untuk belajar mandiri dan mengembangkan kemampuan. Selama berada di Elsafan, Mutiara memperoleh berbagai pembinaan, mulai dari pendidikan hingga kesempatan mengikuti lomba menyanyi di Eropa dan melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi pada 2019.
Hal serupa juga dialami Aldin. Ia bergabung setelah mendapat rekomendasi dari seorang teman yang lebih dulu menjadi bagian dari Elsafan. Ketertarikannya pada musik berkembang sejak kecil hingga akhirnya mendalami saksofon. Meski harus menghafal berbagai teknik dan notasi tanpa melihat, Aldin mampu menguasai alat musik tersebut dalam waktu tiga bulan sesuai target yang diberikan pelatihnya.
Kolaborasi Elsafan Group dengan label musik Foroxa melahirkan lagu berjudul Miliki Makna. Songwriter lagu tersebut, Hanu, mengaku terinspirasi dari semangat para personel yang tetap berkarya meski memiliki keterbatasan penglihatan. Menurutnya, lagu tersebut mengajak setiap orang menyadari bahwa setiap individu memiliki tujuan hidup dan dapat menjadi berkat bagi sesama.
Usai membawakan lagu tersebut, para personel menjelaskan bahwa Miliki Makna bukan sekadar karya musik, melainkan refleksi perjalanan hidup mereka. Intan menilai lagu itu mengingatkannya bahwa Tuhan telah memberikan kelebihan dalam diri setiap orang untuk menjadi berkat bagi sesama. Sementara Mutiara mengatakan lagu tersebut mengajarkan agar tidak terpaku pada kekurangan, melainkan terus membangun diri dan menghasilkan karya yang bermanfaat. Aldin pun mengaku termotivasi untuk terus memberi makna melalui talenta yang dimilikinya.
Ke depan, Elsafan Group berharap dapat menggelar konser berskala besar dan memperluas jangkauan lagu-lagu mereka agar semakin banyak orang memperoleh semangat melalui karya yang dibawakan. Label Foroxa juga berkomitmen menghadirkan lagu-lagu bernuansa positif yang mampu menginspirasi berbagai kalangan.
Menutup perbincangan, para personel mengajak masyarakat untuk tidak menyerah menghadapi keterbatasan. Mereka menekankan pentingnya bersyukur, terus berkarya, dan percaya bahwa setiap orang memiliki keunikan yang dapat memberi dampak positif bagi lingkungan sekitar. Pesan itu menjadi semangat utama yang ingin mereka sampaikan melalui lagu Miliki Makna.
