29 June 2026
Ilustrasi lahan pertanian kering retak akibat cuaca ekstrem dan krisis perubahan iklim global

Guru Besar UGM: Krisis Pangan Global Mengancam Akibat Perubahan Iklim yang Tak Terkendali

Radio Tangerang Heartline FM – Guru Besar Teknik Geologi Universitas Gadjah Mada (UGM), Dwikorita Karnawati, mengingatkan bahwa krisis pangan global dapat menjadi kenyataan apabila perubahan iklim tidak segera dikendalikan. Ia menyebutkan bahwa dunia berpotensi mengalami gagal panen secara bersamaan pada dekade 2050-an, sehingga negara-negara tidak lagi dapat bergantung pada impor untuk memenuhi kebutuhan pangan.

Dwikorita menjelaskan bahwa penyelesaian akar masalah perlu dilakukan sejak sekarang, yakni dengan menekan penyebab perubahan iklim sekaligus memperkuat kemampuan adaptasi masyarakat terhadap dampaknya.

Ia mengungkapkan bahwa kenaikan suhu global sekitar 1,55 derajat Celsius dalam 170 tahun terakhir terjadi lebih cepat dibandingkan proyeksi sebelumnya, yang diperkirakan baru tercapai pada akhir abad ini. Kondisi tersebut menyebabkan siklus hidrologi menjadi semakin ekstrem dan memicu bencana di berbagai wilayah secara bersamaan.

Fenomena ini, lanjutnya, dapat menyebabkan satu wilayah mengalami banjir besar, sementara daerah lain menghadapi kekeringan berkepanjangan dalam waktu yang sama. Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) bahkan menyebut kondisi tersebut sebagai “climate boiling”.

Dwikorita menambahkan bahwa percepatan perubahan iklim juga meningkatkan risiko bencana geohidrometeorologi seperti banjir, longsor, kekeringan, serta gangguan produksi pangan. Oleh karena itu, ia menekankan pentingnya strategi mitigasi yang menggabungkan teknologi tepat guna dan kearifan lokal agar masyarakat lebih siap menghadapi dampak perubahan iklim.

Foto : ilustrasi(Antara)

Sumber : https://mediaindonesia.com/humaniora/905419/dunia-terancam-gagal-panen-serentak-pada-2050-akibat-krisis-iklim

Ikuti media sosial Radio Heartline FM Tangerang: