21 September 2026
Ilustrasi dialog hangat antara orang tua dan anak dalam membangun hubungan interdependensi yang sehat di rumah

Parenting Sehat Bukan Sekadar Mengajarkan Anak Mandiri

Radio Tangerang Heartline FM – Mengajarkan anak untuk mandiri menjadi bagian penting dalam proses pengasuhan. Namun, kemandirian tidak seharusnya membuat hubungan antara anak dan orang tua menjadi renggang. Orang tua juga perlu membangun hubungan yang sehat agar anak mampu berdiri sendiri sekaligus tetap memiliki koneksi dengan keluarganya.

Hal tersebut menjadi pembahasan dalam program Parenting with Heart dengan tema “Parenting for Healthy Interdependence Relationship”. Program tersebut menghadirkan Jeremy Rim, dari tim parenting Yayasan Busur emas sebagai narasumber.

Jeremy menjelaskan bahwa dalam hubungan keluarga terdapat tiga kondisi yang perlu dibedakan, yaitu dependence, independence, dan interdependence. Menurutnya, anak memang perlu dibimbing agar mampu mengambil keputusan dan bertanggung jawab atas kehidupannya, tetapi bukan berarti harus menjalani semuanya seorang diri.

Ia mengatakan bahwa interdependence merupakan kondisi ketika seseorang mampu berdiri sendiri, tetapi tetap memilih untuk berjalan bersama orang lain.

Aku membutuhkan kamu bukan karena aku tidak mampu. Aku mampu, tapi aku tahu ada hal-hal yang aku enggak perlu jalanin sendirian,” ujar Jeremy.

Menurut Jeremy, persoalan dapat muncul ketika orang tua menjadikan kemandirian sebagai tujuan akhir dalam pengasuhan. Anak yang terlalu diarahkan untuk selalu mandiri dapat merasa tidak perlu meminta bantuan atau berbagi persoalan dengan orang tua.

Sebaliknya, ketergantungan yang terlalu besar juga dapat membuat anak kesulitan mengambil keputusan dan menyelesaikan persoalan ketika tidak mendapatkan bantuan dari orang tua.

Karena itu, Jeremy menilai tujuan pengasuhan sebaiknya tidak hanya menghasilkan anak yang mandiri, tetapi juga anak yang mampu, bertanggung jawab, dan tetap memiliki kemampuan membangun relasi yang sehat.

Sebagai parents janganlah kita jadikan independence atau kemandirian itu jadi tujuan akhir parenting,” katanya.

Tiga Hal yang Perlu Diajarkan kepada Anak

Jeremy menyebut terdapat tiga hal yang dapat diajarkan orang tua untuk membangun healthy interdependence relationship, yakni agency, help seeking, dan kemampuan membantu orang lain.

Pertama, agency, yaitu kemampuan anak untuk bertanggung jawab atas kehidupannya dan memahami bahwa setiap pilihan memiliki konsekuensi. Anak perlu diberi ruang untuk belajar mengambil keputusan sesuai dengan usianya.

Kedua, help seeking, yakni kemampuan untuk meminta bantuan ketika menghadapi sesuatu yang tidak dapat dilakukan sendiri. Jeremy menekankan bahwa meminta bantuan bukan berarti anak lemah atau tidak mampu.

Help seeking ini bukan berarti sebuah tanda kelemahan,” jelasnya. Menurut dia, anak perlu memahami bahwa ada kondisi tertentu ketika meminta pertolongan merupakan bagian dari proses belajar dan bertumbuh.

Ketiga, anak juga perlu belajar menjadi pribadi yang dapat membantu orang lain. Dengan diberi kesempatan membantu, anak dapat merasakan bahwa dirinya mampu dan memiliki nilai bagi orang di sekitarnya.

Jeremy menilai kombinasi ketiga hal tersebut penting agar anak tidak tumbuh menjadi pribadi yang terlalu bergantung maupun terlalu menutup diri karena merasa harus mampu melakukan semuanya sendiri.

Orang Tua Perlu Mendampingi, Bukan Mengambil Alih

Dalam praktiknya, Jeremy mengingatkan orang tua agar membedakan antara memberikan dukungan dan mengambil alih persoalan anak.

Menurutnya, dukungan orang tua bukan berarti menghilangkan konsekuensi dari keputusan yang dibuat anak. Sebaliknya, orang tua perlu mendampingi anak agar mampu menghadapi dan belajar dari konsekuensi tersebut.

Support itu bukan berarti take over,” tegas Jeremy. Ia menambahkan bahwa orang tua tetap dapat menyampaikan pandangan atau ketidaksetujuan, tetapi perlu menyampaikannya berdasarkan fakta dan tidak memberikan label kepada anak atau orang lain.

Dalam menghadapi persoalan yang dialami anak, termasuk ketika anak mengalami masalah di sekolah, orang tua juga dianjurkan untuk tidak terburu-buru mengambil kesimpulan. Orang tua perlu terlebih dahulu mendengarkan dan mencari tahu apa yang sebenarnya terjadi.

Jeremy memberikan tiga langkah yang dapat diterapkan orang tua, yaitu ask, pause, dan support.

Ask berarti bertanya dan memberikan kesempatan kepada anak untuk menjelaskan masalah yang dihadapinya. Selanjutnya, pause berarti memberikan ruang kepada anak untuk berpikir dan mencoba mencari solusi tanpa langsung dihakimi atau diberikan nasihat.

Sementara itu, support berarti memberikan dukungan sesuai dengan kebutuhan anak, termasuk menanyakan bagian mana yang membutuhkan bantuan orang tua.

Jeremy menegaskan bahwa pendekatan tersebut membantu anak memahami bahwa orang tua tetap hadir tanpa mengambil alih seluruh persoalan yang dihadapi.

Keluarga Sehat Tetap Saling Terhubung

Di akhir perbincangan, Jeremy mengingatkan bahwa tujuan pengasuhan bukan sekadar membuat anak mampu hidup tanpa orang tua. Menurutnya, anak perlu dipersiapkan untuk mampu hidup bersama orang lain dengan sehat.

Sebagai orang tua jangan kita mendidik anak itu hanya untuk bisa hidup tanpa orang tua. Cara mandiri, tapi mari kita didik mereka untuk mampu hidup bersama dengan orang lain dengan sehat,” ujar Jeremy.

Ia menambahkan, keluarga yang sehat bukan berarti setiap anggota keluarga tidak membutuhkan orang lain. Sebaliknya, setiap anggota keluarga dapat bertumbuh menjadi dirinya sendiri tanpa kehilangan hubungan dan dukungan satu sama lain.

Melalui konsep healthy interdependence relationship, orang tua diharapkan dapat membangun pola pengasuhan yang memberikan ruang bagi anak untuk berkembang, mengambil keputusan, bertanggung jawab, sekaligus tetap mengetahui bahwa keluarga merupakan tempat yang aman untuk meminta bantuan dan bertumbuh bersama.

Sumber : https://www.youtube.com/watch?v=uFv7-uZ9qQc

Ikuti media sosial Radio Heartline FM Tangerang: