26 August 2026
Ilustrasi pendampingan orang dengan skizofrenia yang membutuhkan dukungan keluarga dan pengobatan medis teratur

Penanganan Skizofrenia Butuh Pengobatan dan Dukungan Lingkungan

Radio Tangerang Heartline FM — Penanganan skizofrenia tidak hanya bergantung pada pengobatan, tetapi juga membutuhkan dukungan keluarga dan lingkungan sekitar. Pemahaman yang tepat mengenai gangguan ini penting agar orang dengan skizofrenia tidak mengalami stigma maupun dikucilkan.

Psikiater, dr. Citra Fitri Agustina,SpKJ menjelaskan, skizofrenia merupakan salah satu gangguan jiwa berat yang bersifat kronis atau menahun. Kondisi tersebut dapat memengaruhi fungsi kognitif, perilaku, serta kemampuan seseorang menjalankan aktivitas sehari-hari.

Gejala skizofrenia cukup beragam. Beberapa di antaranya adalah halusinasi, seperti mendengar suara yang tidak memiliki sumber nyata, serta delusi atau keyakinan yang tidak sesuai dengan kenyataan. Penderitanya juga dapat mengalami gangguan dalam berbicara maupun perubahan perilaku.

Bukan Sekadar Faktor Keturunan

Citra menegaskan, skizofrenia tidak disebabkan oleh satu faktor saja. Kondisi tersebut dapat dipengaruhi oleh berbagai faktor yang saling berkaitan, termasuk faktor biologis, genetik, kondisi selama kehamilan atau persalinan, pola asuh, dan lingkungan.

Untuk itu, masyarakat perlu berhati-hati dalam mengaitkan skizofrenia semata-mata dengan faktor keturunan. Adanya anggota keluarga dengan gangguan jiwa memang dapat meningkatkan kemungkinan, tetapi bukan berarti seseorang pasti mengalami kondisi yang sama.

Gejala Tidak Selalu Berarti Skizofrenia

Citra juga mengingatkan masyarakat agar tidak melakukan diagnosis sendiri ketika melihat seseorang menunjukkan perilaku yang tidak biasa.

Menurutnya, pemeriksaan diperlukan untuk memastikan kondisi yang dialami. Tenaga kesehatan perlu melihat latar belakang pasien sekaligus menyingkirkan kemungkinan adanya penyakit fisik atau kondisi medis tertentu yang dapat memengaruhi perilaku.

Penggunaan zat psikoaktif juga perlu diperhatikan karena dapat berkaitan dengan munculnya gejala tertentu. Oleh sebab itu, diagnosis harus dilakukan melalui pemeriksaan, bukan berdasarkan dugaan semata.

Pengobatan Membantu Mengendalikan Gejala

Dalam penanganannya, pasien dapat memperoleh terapi obat antipsikotik yang tersedia melalui layanan kesehatan. Pengobatan bertujuan mengurangi gejala dan membantu meningkatkan fungsi pasien.

Citra menekankan pentingnya pengobatan yang berkelanjutan. Karena skizofrenia merupakan gangguan yang bersifat menahun, penghentian obat tanpa arahan dokter dapat meningkatkan risiko munculnya kembali gejala.

Dosis obat juga dapat disesuaikan oleh dokter berdasarkan kondisi pasien. Ketika kondisi sudah lebih stabil atau mencapai fase remisi, dosis dapat berbeda dibandingkan ketika gejala masih berat.

Selain pengobatan, faktor lingkungan juga memiliki peran besar. Lingkungan yang mendukung dapat membantu mengurangi stresor yang berpotensi memicu kekambuhan.

Keluarga Berperan Penting

Keluarga menjadi salah satu unsur penting dalam proses pemulihan. Pendamping dapat membantu pasien mendapatkan akses pengobatan, mengawasi kepatuhan minum obat, serta memberikan dukungan dalam menjalankan aktivitas sehari-hari.

Citra mengingatkan keluarga agar tidak mengolok-olok, mempermalukan, atau mengucilkan anggota keluarga yang mengalami skizofrenia. Perlakuan tersebut justru dapat menjadi tekanan tambahan bagi pasien.

Ketika kondisi pasien sudah memungkinkan, keluarga juga dapat memberikan aktivitas secara bertahap agar pasien tetap memiliki kegiatan dan merasa menjadi bagian dari lingkungan keluarga.

Hindari Stigma dan Pemasungan

Dukungan masyarakat juga diperlukan, terutama bagi pasien yang berada di lingkungan yang belum memahami gangguan jiwa. Edukasi dapat dilakukan melalui berbagai pihak, termasuk tokoh masyarakat, tokoh agama, hingga lingkungan tempat tinggal.

Menurut Citra, pemahaman masyarakat penting untuk membantu pasien yang sudah mengalami perbaikan kondisi agar dapat kembali beraktivitas dan meminimalkan risiko kekambuhan.

Ia juga menegaskan pentingnya menghindari pemasungan terhadap orang dengan gangguan jiwa. Meskipun pasien rutin mengonsumsi obat, kekambuhan masih mungkin terjadi apabila terdapat tekanan atau perubahan besar dalam kehidupan.

Tekanan pekerjaan, kehilangan orang terdekat, maupun munculnya stresor baru dapat memengaruhi kondisi pasien. Karena itu, selain memastikan pengobatan berjalan, keluarga dan lingkungan perlu membantu mengidentifikasi serta meminimalkan berbagai pemicu stres.

Jangan Takut Mencari Bantuan

Citra mengajak masyarakat untuk tidak ragu mencari bantuan profesional ketika menemukan gejala yang mengarah pada gangguan jiwa. Kesehatan jiwa perlu mendapatkan perhatian yang sama seperti kesehatan fisik.

Ia juga mengingatkan keluarga dan pendamping agar tidak merasa sendirian dalam merawat orang dengan skizofrenia. Dukungan komunitas dapat menjadi ruang untuk mendapatkan edukasi, berbagi pengalaman, sekaligus memperkuat keluarga dalam menjalani proses pendampingan.

Pada akhirnya, penanganan skizofrenia membutuhkan perjalanan yang panjang dan dukungan berbagai pihak. Pengobatan yang teratur, keluarga yang suportif, lingkungan yang memahami, serta terbebas dari stigma menjadi bagian penting agar orang dengan skizofrenia dapat menjalani kehidupan dan beraktivitas secara lebih optimal.

Foto : Ilustrasi (Pexels)

Sumber : https://www.youtube.com/watch?v=-KFvcWSvn9s

Ikuti media sosial Radio Heartline FM Tangerang: