11 August 2026
Wakil Menteri Keuangan Juda Agung memberikan sambutan pada Peringatan HUT ke-49 Pasar Modal Indonesia di Bursa Efek Indonesia Jakarta

Pasar Modal Himpun Dana Rp125 Triliun di Semester I-2026, Investor Tembus 28 Juta

Radio Tangerang Heartline FM — Pasar modal Indonesia mencatat kinerja positif sepanjang semester I-2026. Di tengah dinamika ekonomi global dan fluktuasi pasar, penghimpunan dana di pasar modal telah mencapai lebih dari Rp125 triliun.

Wakil Menteri Keuangan Juda Agung mengatakan capaian tersebut menunjukkan bahwa pasar modal Indonesia masih memiliki daya tahan dan tetap menjadi salah satu sumber pembiayaan penting bagi perekonomian nasional.

“Walaupun ada up and down akhir-akhir ini, lebih dari Rp125 triliun telah berhasil dihimpun selama semester I 2026,” kata Juda dalam acara peringatan HUT ke-49 Pasar Modal Indonesia di Kantor Bursa Efek Indonesia, Senin (10/8).

Tidak hanya dari sisi penghimpunan dana, jumlah investor di pasar modal juga terus bertambah. Hingga saat ini, jumlah investor tercatat telah mencapai sekitar 28 juta orang.

Juda menilai pertumbuhan tersebut perlu terus diperkuat agar pasar modal Indonesia semakin dalam dan mampu menjangkau lebih banyak masyarakat. Menurutnya, perluasan basis investor harus berjalan beriringan dengan pengembangan berbagai instrumen investasi serta peningkatan likuiditas pasar.

Pemerintah, lanjut Juda, juga memberikan dukungan terhadap Rencana Aksi Percepatan Reformasi Integritas Pasar Modal Indonesia yang dijalankan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) bersama Bank Indonesia. Langkah tersebut diharapkan dapat memperkuat tata kelola sekaligus meningkatkan kepercayaan terhadap pasar modal nasional.

Dari sisi perekonomian makro, Juda memastikan kondisi fiskal Indonesia masih berada dalam kondisi terjaga. Penerimaan negara tumbuh sekitar 24%, sementara defisit fiskal tetap berada di bawah 3%.

Pada dua kuartal pertama 2026, belanja pemerintah juga masih menjadi salah satu penggerak utama perekonomian. Kebijakan tersebut diarahkan untuk menjaga aktivitas ekonomi sekaligus mempertahankan kesejahteraan masyarakat di tengah berbagai tekanan ekonomi global.

Meski demikian, Juda mengingatkan bahwa kemampuan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) untuk membiayai seluruh kebutuhan pembangunan memiliki batas. Karena itu, Indonesia membutuhkan sumber pembiayaan lain, termasuk dari pasar modal dan sektor swasta.

Dalam proyeksi kebutuhan investasi nasional pada APBN 2027, total kebutuhan investasi Indonesia diperkirakan mencapai Rp8.705 triliun. Dari jumlah tersebut, kapasitas pembiayaan melalui APBN diperkirakan hanya sekitar Rp459 triliun.

Sementara itu, kontribusi badan usaha milik negara (BUMN), termasuk Danantara, diproyeksikan mencapai sekitar Rp330 triliun. Kondisi tersebut menunjukkan masih besarnya ruang yang harus diisi oleh sumber pembiayaan lainnya.

Sumber : https://mediaindonesia.com/ekonomi/920061/pasar-modal-indonesia-himpun-dana-rp125-triliun-di-semester-i-2026

Ditulis ulang redaksi

Ikuti media sosial Radio Heartline FM Tangerang: